Today

Perkuat Perlindungan Anak di Sekolah, Pemko Padang Latih 90 Guru BK Jadi Sahabat Siswa

PADANG, MMNEWS — Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak.

Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Kasus bagi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang diikuti 90 Guru BK dari 45 SMP Negeri se-Kota Padang, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan yang digelar di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas Guru BK dalam mencegah, mengenali, menangani, dan menindaklanjuti kasus kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah.

Pemko Padang mendorong agar Guru BK tidak hanya berperan ketika persoalan muncul, tetapi juga mampu menjadi sahabat dan ruang aman bagi siswa untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat sekolah merupakan salah satu lingkungan utama dalam proses tumbuh kembang anak. Karena itu, penanganan persoalan siswa membutuhkan pendekatan yang humanis, responsif, serta mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.

Melalui penguatan manajemen kasus, Guru BK diharapkan semakin terampil dalam mengidentifikasi persoalan sejak dini, melakukan pendampingan, membangun komunikasi dengan siswa dan orang tua, serta berkoordinasi dengan pihak terkait apabila ditemukan kasus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Guru BK harus mampu menjadi sahabat siswa. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah bagi setiap anak untuk belajar, berkembang, serta menyampaikan persoalan tanpa rasa takut,” demikian semangat yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Pemko Padang berharap peningkatan kompetensi para Guru BK dapat memperkuat sistem perlindungan anak di satuan pendidikan sekaligus mencegah terjadinya kekerasan, perundungan, maupun berbagai bentuk perlakuan yang dapat mengganggu tumbuh kembang dan masa depan anak.

Dengan melibatkan 90 Guru BK dari 45 SMP Negeri, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk membangun sekolah yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap keamanan, kesehatan sosial, karakter, dan perlindungan anak.

Sekolah aman, guru peduli, anak terlindungi—itulah fondasi pendidikan yang humanis dan ramah anak.

MMNEWS — Mimbar-MinangNews.com
Media Informasi, Inspirasi dan Aspirasi Ranah Minang