TANAH DATAR, MMNEWS — Penantian panjang masyarakat Nagari Tanjung Barulak, Kabupaten Tanah Datar, untuk memperoleh sumber air yang lebih terjamin bagi lahan pertanian akhirnya mulai terjawab. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat, pompanisasi irigasi berbasis tenaga surya kini mulai mengalirkan air ke persawahan masyarakat.
Infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu mengairi sekitar 400 hektare sawah, membuka peluang bagi petani yang selama ini bergantung pada hujan untuk meningkatkan intensitas tanam hingga tiga kali dalam setahun.
Program bertajuk “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh” itu diresmikan Minggu (6/9/2026), sekaligus menjadi bagian dari PLN Peduli dalam menyemarakkan Hari Jadi Sumatera Barat ke-81.
Sistem pompanisasi memanfaatkan air dari Batang Manganan yang diangkat menggunakan energi surya, kemudian dialirkan melalui jaringan perpipaan menuju kawasan pertanian Tanjung Barulak.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengatakan, mengalirnya air ke persawahan menjadi jawaban atas harapan masyarakat yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
“Penantian yang sudah berpuluh-puluh tahun dari masyarakat Tanjung Barulak, alhamdulillah kini terjawab. Dengan telah mengalirnya air sampai ke Tanjung Barulak dan dinikmati masyarakat, padi pun sudah mulai tumbuh. Mudah-mudahan yang selama ini sekali setahun bisa menjadi tiga kali tanam,” ujar Mahyeldi.
Air Mengalir, Produktivitas Petani Diharapkan Melonjak
Menurut Mahyeldi, ketersediaan air tidak hanya menentukan keberlangsungan pertanian, tetapi juga menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai keberhasilan program tersebut merupakan buah kolaborasi banyak pihak, mulai dari Pemkab Tanah Datar, pemerintah nagari dan masyarakat, Fakultas Teknik Universitas Andalas, PLN, Bank Nagari, PT Semen Padang hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Ini adalah buah daripada persatuan, kekompakan, kerja sama dan sinergi. Ketika kita kompak dan bersatu, insyaallah tidak ada yang berat,” katanya.
Mahyeldi juga mengingatkan masyarakat agar menjaga dan merawat fasilitas pompanisasi beserta jaringan perpipaan sepanjang sekitar empat kilometer tersebut. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya infrastruktur, tetapi juga dari keberlanjutan manfaatnya.
“Bulek aia dek pembuluh, bulek kato dek mupakat. Apa yang akan dikerjakan, apa yang akan dimanfaatkan dan apa yang akan dilakukan, mari dimusyawarahkan bersama,” pesannya.
Bak Penampungan Air Direncanakan
Dalam peresmian tersebut turut dibahas rencana pembangunan bak penampungan air guna mengoptimalkan distribusi dan pemanfaatan air. Mahyeldi mendorong rencana itu dikaji bersama dengan melibatkan Pemprov Sumbar, Bank Nagari, PT Semen Padang dan pihak terkait.
Ia juga berharap kehadiran infrastruktur pertanian tersebut menjadi pintu masuk bagi pengembangan fasilitas masyarakat lainnya, termasuk musala dan ruang aktivitas anak.
“Dengan adanya air ini, mudah-mudahan akan ada pengembangan-pengembangan lain yang dilakukan untuk masa yang akan datang. Nikmat yang sudah ada ini harus kita syukuri dengan cara menjaga, memelihara dan merawatnya dengan sebaik-baiknya,” tutur Mahyeldi.
400 Hektare Sawah, Ribuan Warga Berpotensi Rasakan Manfaat
Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Datar Abdul Rahman Hadi menjelaskan, sistem pompanisasi tersebut diproyeksikan mampu mengairi sekitar 400 hektare persawahan masyarakat Tanjung Barulak. Dengan pengembangan lebih lanjut, jangkauan layanan air bahkan berpotensi diperluas ke nagari yang berbatasan dengan Tanjung Barulak.
Nagari Tanjung Barulak dihuni sekitar 1.700 kepala keluarga atau sekitar 5.000 jiwa. Selama ini, sebagian besar kegiatan pertanian masyarakat masih mengandalkan sistem tadah hujan.
Keterbatasan air menjadi salah satu hambatan utama peningkatan produktivitas. Kondisi sawah yang kekurangan air juga menyulitkan pengolahan lahan, termasuk dalam pelaksanaan program bajak sawah gratis.
PLN Dorong Energi Bersih untuk Pertanian
General Manager PT PLN (Persero) UID Sumbar Ririn Rachma Wardini mengatakan, pompanisasi tenaga surya tersebut merupakan hasil kolaborasi PLN, Universitas Andalas dan berbagai pemangku kepentingan.
Fakultas Teknik Universitas Andalas sebelumnya mengembangkan prototipe pompanisasi berbasis tenaga surya. Teknologi itu kemudian dikembangkan melalui dukungan TJSL PLN agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Ririn berharap model pemanfaatan energi bersih untuk sektor pertanian tersebut dapat direplikasi di daerah lain di Sumatera Barat.
“Kami berharap air yang hari ini mulai mengalir ke lahan pertanian Tanjung Barulak menjadi awal mengalirnya produktivitas, kesejahteraan, harapan baru dan semangat baru bagi masyarakat sekitar,” ungkap Ririn.
Pompanisasi tenaga surya Tanjung Barulak diharapkan tidak berhenti sebagai pembangunan infrastruktur semata. Mengalirnya air menjadi harapan baru bagi petani untuk meningkatkan musim tanam, produksi pangan, dan pada akhirnya kesejahteraan keluarga.
Dari sawah yang selama bertahun-tahun bergantung pada hujan, kini energi matahari ikut menggerakkan air—membawa harapan baru bagi pertanian Tanjung Barulak.
Turut hadir Kepala BIN Daerah Sumatera Barat Ahad Dailimi, Sekda Tanah Datar Abdul Rahman Hadi, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Sumbar Rifda Suriani, Kepala Dinas ESDM Sumbar Helmi Heriyanto, GM PLN UID Sumbar Ririn Rachma Wardini beserta jajaran, Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra, perwakilan PT Semen Padang Nurwan, perwakilan Fakultas Teknik Universitas Andalas Dendi Adi Saputra, Forkopimda dan Forkopimca, Wali Nagari dan KAN Tanjung Barulak, Kelompok Tani Saiyo, serta tokoh masyarakat, alim ulama, ninik mamak, cadiak pandai dan bundo kanduang.
(MMNEWS/adpsb/rmz/bud)







