AGAM, mimbar-minangnews.com — Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, mendorong transformasi pengelolaan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berorientasi pada hasil dan pengembangan berkelanjutan.
Hal itu disampaikannya saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator di Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri di Kabupaten Agam, Rabu (22/04/2026).
Dalam arahannya, Arry menegaskan bahwa paradigma pengelolaan kinerja ASN saat ini telah bergeser. Tidak lagi berfokus pada penilaian akhir semata, melainkan menitikberatkan pada peningkatan kapasitas secara berkelanjutan dengan orientasi hasil dan dampak nyata.
“Pengelolaan kinerja pegawai tidak hanya sekadar performance appraisal, tetapi harus menjadi performance development. Fokusnya adalah hasil dan dampak positif bagi instansi dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perubahan pendekatan tersebut sejalan dengan kebijakan nasional yang menuntut birokrasi semakin adaptif, profesional, dan berorientasi pada hasil.
Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan dalam pengelolaan kinerja adalah membangun dialog yang intensif antara pimpinan dan pegawai. Komunikasi yang terbuka dinilai mampu memperjelas peran, mempercepat penyelesaian masalah, serta meningkatkan kualitas kerja.
Selain itu, Arry juga menekankan pentingnya keselarasan antara kinerja individu dan kinerja organisasi. Dengan demikian, kontribusi ASN tidak hanya diukur dari penyelesaian tugas administratif, tetapi juga dari dampak nyata yang dihasilkan bagi masyarakat.
Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa pengelolaan kinerja harus mencakup siklus yang utuh, mulai dari:
- Penetapan dan klarifikasi ekspektasi
- Pemberian umpan balik secara berkala
- Evaluasi kinerja
- Pemberian penghargaan berbasis capaian
Dalam konteks tersebut, peran pimpinan menjadi sangat strategis sebagai pengarah sekaligus pengawal kinerja organisasi agar seluruh proses berjalan konsisten dan terukur.
Ia juga mengingatkan bahwa integritas, loyalitas, dan kemampuan adaptif merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan di lingkungan birokrasi.
“Kepercayaan adalah kunci dalam karier dan kepemimpinan. Kepercayaan itu dibangun dari kinerja, integritas, loyalitas, dan kemampuan beradaptasi,” tegasnya.
Pelatihan Kepemimpinan Administrator ini diikuti oleh 82 peserta yang berasal dari berbagai kementerian, instansi vertikal, perguruan tinggi, serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Sumatera Barat.
Melalui pelatihan tersebut, diharapkan lahir para administrator yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dalam memperkuat kinerja birokrasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
(adpsb/rmz/bud)







