Oleh Labai Korok
Mimbar-minangnews | Andaikan ulang tahun ke 80 Propinsi Sumatera Barat diadakan bertepatan saat penjarahan rumah politisi Sahroni, Eko, diyakin akan ikut dijarah juga kemeriahan acara pemotongan kue di ruangan DPRD Sumbar oleh para demonstran.
Tidak jaran-jaran pejabat Kita ini mengadakan acara seremonial, FGD, Rapat yang membuat hati rakyat Indonesia bersedih.
Masyarakat Indonesia saat ini tidak butuh acara seremonial pejabat yang gelamor dan hedonks seperti peringat hari lahirnya Propinsi Sumatera Barat yang di adakan tanggal 1 Oktober 2025.
Masyarakat saat ini butuh langkah gerak cepat (“gercep”) bantu masyarakat agar dapat pekerjaan, agar ekonomi bergairah, agar pertumbuhan ekonomi itu naik.
Himbawan Penulis pada Kepala Daerah, Pejabat dan Anggota Dewan Sumbar agar bantu masyarakat dengan program nyata, bukan acara seremonial untuk memenuhi konten media sosial saja.
Miris perasaan rakyat dimomentum hari jadi ini diperingati lewat rapat paripurna DPRD yang dihadiri Kepala Daerah se-Sumbar, pejabat provinsi, dan berbagai pemangku kepentingan.
Namun di balik itu, Sumbar justru menampilkan kondisi serius di bidang ekonomi bahwa pengganguran tinggi, kemiski masih ada, ekonomi melemah.
Data menunjukkan pertumbuhan ekonomi (PE) Sumbar kuartal II tahun 2025 hanya 3,94 persen, terendah di antara seluruh provinsi di Pulau Sumatra dan nomor 31 se-Indonesia.
Menurut Penulis saatnya Pemerintah Propinsi Sumatera Barat melakukan langkah kongkrit dengan berpihak kerakyat kecil, jangan sibuk dengan acara seremonial yang isinya terkadang mengkangkangi etika adat basandi syarak-syarak basandi kitabullah.
Fokus bantu masyarakat, mulailah mengurangi acara gelamor dan hedonis yang tidak pernah diajarkan oleh budaya Minangkabau.






