Today

Safari Ramadan Pasaman: Bukan Seremonial, Ajang Serap Aspirasi di Tengah Tekanan Fiskal

Pasaman, mimbar-minangnews.com — Pemerintah Kabupaten Pasaman mengawali rangkaian Safari Ramadan 1447 H dengan pendekatan yang lebih substantif: mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus menyerap aspirasi di tengah tantangan fiskal yang kian nyata.

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Al Falah, Kampung Lintang, Nagari Durian Tinggi, Kecamatan Lubuk Sikaping ini dipimpin langsung oleh Bupati Pasaman, Welly Suhery. Momentum tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin keagamaan, melainkan dimanfaatkan sebagai ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan buka puasa bersama, dilanjutkan shalat Maghrib, Isya, dan Tarawih berjamaah. Turut hadir mendampingi Bupati, unsur Forkopimca, Sekretaris Daerah, anggota DPRD, pimpinan OPD, BAZNAS, Bank Nagari, BPJS Kesehatan, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam arahannya, Bupati Welly menegaskan bahwa Safari Ramadan harus keluar dari jebakan seremonial. Ia menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai instrumen komunikasi langsung untuk menjaring kebutuhan riil masyarakat.

“Safari Ramadan ini bukan sekadar tradisi. Ini adalah ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah,” tegasnya.

Lebih jauh, Bupati juga secara terbuka mengakui kondisi keuangan daerah yang sedang berada dalam tekanan, sejalan dengan dinamika fiskal nasional. Namun demikian, ia memastikan bahwa program-program prioritas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah.

“Di tengah keterbatasan fiskal, kami tetap berkomitmen menjalankan program unggulan, termasuk yang bersinergi dengan BAZNAS,” ujarnya.

Nuansa religius dalam kegiatan tersebut diperkuat dengan tausiyah oleh Ustadz Ahmad Yani, M.Pd., yang mengangkat tema “Sabar dan Syukur dalam Berpuasa”. Sementara itu, tokoh masyarakat setempat menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung jajaran pemerintah, yang dinilai mampu mempererat hubungan emosional serta mempercepat komunikasi pembangunan.

Sebagai bentuk konkret kepedulian, Pemerintah Kabupaten Pasaman menyalurkan sejumlah bantuan strategis, antara lain:

  • Bantuan pembangunan masjid sebesar Rp15 juta
  • Santunan untuk lansia sebesar Rp400 ribu per orang
  • Dukungan CSR dari Bank Nagari dan Bank Mandiri
  • Wakaf Al-Qur’an dari Kementerian Agama Kabupaten Pasaman

Kegiatan ditutup dengan dialog interaktif dan sesi foto bersama, yang mencerminkan kedekatan antara pemerintah dan masyarakat dalam bingkai ukhuwah Islamiyah. (*)