Today

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong UMKM Terus Belajar, Perkuat Jaringan, dan Naik Kelas

PADANG, MMNEWS — Ketua DPRD Sumatera Barat Muhidi mengajak para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk terus meningkatkan pengetahuan, mengasah keterampilan, memperluas jaringan, serta memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha.

Menurut Muhidi, keberhasilan dalam berwirausaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga oleh kemauan untuk belajar, kemampuan beradaptasi, pengalaman, dan kepercayaan yang dibangun bersama orang lain.

Pesan tersebut disampaikan Muhidi saat memberikan materi pada kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Pengusaha Angkatan XIV yang berlangsung di Aula PLUT KUMKM Sumatera Barat, Padang, Selasa (15/9/2026).

Belajar dan Membaca untuk Menangkap Peluang

Dalam pemaparannya, Muhidi menekankan pentingnya membangun kebiasaan belajar dan membaca. Menurutnya, pengetahuan menjadi salah satu modal penting bagi pelaku usaha untuk memahami perubahan, mengenali peluang, dan menentukan langkah pengembangan bisnis.

“Kalau ingin sukses, kita harus mau belajar dan banyak membaca. Dengan ilmu, kita akan lebih mudah melihat peluang,” ujar Muhidi.

Ia menilai Sumatera Barat memiliki potensi ekonomi yang besar melalui berbagai produk unggulan daerah. Rendang, tenun, kerajinan kayu, serta beragam kuliner khas Minangkabau merupakan contoh produk lokal yang memiliki karakter kuat dan berpeluang menembus pasar yang lebih luas.

Namun, potensi tersebut perlu diiringi dengan peningkatan kualitas produk, inovasi, serta strategi pemasaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.

“Pelaku UMKM harus terus meningkatkan kualitas produk dan mengikuti perkembangan cara pemasaran, termasuk memanfaatkan teknologi digital,” katanya.

Skill dan Soft Skill Sama-Sama Penting

Muhidi juga mengingatkan bahwa keterampilan teknis dan kemampuan interpersonal atau soft skill memiliki peran yang sama penting dalam membangun usaha.

Selain menguasai sarana dan teknologi yang digunakan dalam kegiatan bisnis, pelaku UMKM perlu memiliki kemampuan berkomunikasi, mengatur waktu, menyelesaikan persoalan, serta membangun hubungan baik dengan berbagai pihak.

“Skill dan soft skill sama-sama penting. Kemampuan itu bisa terus kita asah melalui pendidikan, pelatihan dan pengalaman,” tuturnya.

Ia menambahkan, pengalaman dalam menjalankan usaha merupakan proses pembelajaran yang berharga. Setiap tantangan, kesalahan, dan keberhasilan dapat menjadi bekal untuk memperbaiki serta mengembangkan usaha ke arah yang lebih baik.

Perluas Jaringan, Bangun Kepercayaan

Selain pengetahuan dan keterampilan, Muhidi menyoroti pentingnya membangun jaringan usaha. Menurutnya, silaturahmi dan hubungan baik dapat membuka peluang kerja sama, memperluas akses informasi, serta membantu pelaku UMKM menemukan pasar baru.

Ia mengingatkan bahwa keterbatasan modal tidak selalu menjadi alasan untuk berhenti berusaha. Dengan komunikasi yang baik, jaringan yang luas, dan kepercayaan yang terjaga, peluang memperoleh dukungan dari berbagai pihak akan semakin terbuka.

“Perbanyak silaturahmi dan bangun jaringan. Dari jaringan itu bisa muncul berbagai peluang,” ungkapnya.

Meski demikian, Muhidi menegaskan bahwa jaringan harus dibangun dengan menjaga nama baik dan reputasi. Kejujuran, kedisiplinan, serta tanggung jawab merupakan nilai penting yang harus diterapkan secara konsisten dalam menjalankan usaha.

“Kalau orang melihat kita secara positif, insyaallah akan banyak hal baik yang mengikuti. Menjaga reputasi memang tidak mudah, karena itu harus dimulai dari karakter kita sendiri,” katanya.

Kebijakan Pemerintah Harus Menjawab Kebutuhan UMKM

Muhidi menyampaikan, DPRD Sumbar bersama pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui kebijakan, program pemberdayaan, dan penganggaran yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.

Ia menyebut Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM sebagai salah satu landasan regulasi dalam mendukung pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

Menurutnya, program pemerintah perlu terus diarahkan pada kebutuhan nyata pelaku UMKM, mulai dari peningkatan keterampilan, promosi produk lokal, digitalisasi usaha, penguatan kapasitas produksi, hingga perluasan akses pembiayaan.

“Dukungan pemerintah harus mampu menjawab kebutuhan pelaku UMKM agar mereka semakin mandiri, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Syukuri Proses, Terus Kembangkan Usaha

Menutup penyampaiannya, Muhidi mengajak para peserta untuk menikmati setiap proses dalam membangun usaha. Ia menilai setiap hasil yang diperoleh merupakan bagian dari perjalanan yang patut disyukuri sekaligus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh.

“Dapat sedikit, kita syukuri. Dapat banyak, Alhamdulillah. Dengan bersyukur, kita belajar menghargai setiap proses dan nikmat yang kita terima,” tuturnya.

Muhidi berharap para pelaku UMKM Sumatera Barat dapat terus berkembang dengan pengetahuan yang semakin luas, keterampilan yang semakin baik, jaringan usaha yang semakin kuat, dan reputasi yang terus terjaga.

Dengan dukungan kebijakan pemerintah serta semangat inovasi dari para pelaku usaha, ia optimistis produk lokal Sumatera Barat dapat semakin dikenal, memiliki daya saing, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat.

MMNEWS — Aktual, Terpercaya, untuk Sumatera Barat.