Today

Khafilah Sumbar Tampilkan Miniatur Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi di Pawai Ta’aruf MTQ Nasional Semarang

SEMARANG, MMNEWS — Semangat syiar Islam berpadu dengan kekayaan budaya Minangkabau dalam Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-XXXI di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026).

Khafilah Sumatera Barat (Sumbar) tampil mencuri perhatian dengan membawa miniatur Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, salah satu ikon kebanggaan Ranah Minang. Kehadiran miniatur tersebut menjadi simbol kuat identitas Sumbar sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau kepada masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Pawai Ta’aruf yang diikuti khafilah dari seluruh provinsi itu dimulai dari Balai Kota Semarang dan bergerak menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah. Ribuan masyarakat tampak memadati sejumlah ruas jalan untuk menyaksikan kemeriahan iring-iringan khafilah dan kendaraan hias.

Gandang Tasa Semarakkan Pawai

Khafilah Sumbar yang dipimpin Kepala Bagian Bina Mental Spiritual Biro Kesra Setdaprov Sumbar, Marwansyah, tampil dengan kendaraan hias yang mengangkut miniatur Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi.

Suasana semakin semarak dengan penampilan gandang tasa, kesenian khas Minangkabau yang mengiringi rombongan sepanjang perjalanan.

Mengenakan seragam kemeja berwarna cokelat, para anggota khafilah tampak antusias menyapa masyarakat. Yel-yel “Kami dari Sumatera Barat” menggema di sepanjang rute pawai, diselingi salam dan sapaan kepada warga yang menyaksikan dari pinggir jalan.

Kolaborasi Pemprov Sumbar dan IKM Semarang

Kepala Biro Kesra Setdaprov Sumbar, Edi Dharma Syafni, mengatakan miniatur Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Ikatan Keluarga Minang (IKM) Semarang.

“Kita berkolaborasi dengan IKM Semarang. Mereka yang membuat miniatur Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi yang menjadi ikon Sumbar, sementara kita menyiapkan bahan-bahannya,” ujar Edi.

Menurutnya, kehadiran miniatur tersebut bukan sekadar ornamen dalam pawai, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas, nilai keislaman, seni, dan kekayaan budaya Sumatera Barat kepada masyarakat luas.

Pastikan Khafilah Siap Bertanding

Selain mengikuti Pawai Ta’aruf, Khafilah Sumbar juga melakukan survei ke sejumlah venue yang akan digunakan sebagai lokasi perlombaan.

Survei dilakukan agar para peserta mengenali kondisi venue, memahami lokasi perlombaan, serta dapat mempersiapkan diri sebelum memasuki arena kompetisi.

“Survei ini penting agar para khafilah lebih siap dan tidak mengalami kendala ketika mengikuti perlombaan, sehingga dapat tampil secara maksimal,” jelas Edi.

Pada MTQ Nasional ke-XXXI tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan 12 venue untuk pelaksanaan berbagai cabang perlombaan. Kompetisi dijadwalkan berlangsung mulai Minggu (13/9) hingga Kamis (17/9/2026).

Sementara itu, pembukaan MTQ Nasional ke-XXXI dijadwalkan berlangsung Sabtu malam pukul 19.00 WIB di Panggung Utama Lapangan Pancasila. Pembukaan direncanakan dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah juga dijadwalkan menghadiri pembukaan tersebut.

“Ya, Insya Allah Gubernur hadir nanti malam,” ungkap Edi Dharma.

Pawai Ta’aruf ini sekaligus menjadi momentum bagi Sumatera Barat untuk menunjukkan bahwa syiar Islam dan budaya Minangkabau dapat berjalan beriringan, menghadirkan wajah Ranah Minang yang religius, berbudaya, dan terbuka di panggung nasional.

(ADP/SB/BUD)