Today

312 Mahasiswa UNES-AAI Turun ke 11 Kecamatan, Jadi Garda Verifikasi Padang Rancak Award

PADANG, MMNEWS — Gerakan mewujudkan Kota Padang yang bersih, indah, dan nyaman kembali diperkuat. Sebanyak 312 mahasiswa Universitas Ekasakti–Akademi Akuntansi Indonesia (UNES-AAI) diterjunkan sebagai Tim Verifikator Lapangan Padang Rancak Award Sesi II Tahun 2026.

Pelepasan tim verifikator dilakukan langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran, Kamis (10/9/2026), sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Padang mempercepat terwujudnya kota yang ASRI—Aman, Sehat, Ramah, dan Indah.

Ratusan mahasiswa tersebut akan menyebar ke 11 kecamatan di Kota Padang untuk melakukan verifikasi terhadap kondisi kebersihan lingkungan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah.

Keterlibatan mahasiswa menjadi langkah strategis karena Padang Rancak Award tidak sekadar diarahkan sebagai ajang penilaian atau kompetisi antarwilayah. Lebih jauh, program ini menjadi gerakan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat.

Bukan Sekadar Menilai, Mahasiswa Ikut Mengedukasi

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa tidak hanya bertugas melihat dan mencatat kondisi lapangan. Mereka juga diharapkan mampu menjadi mitra edukasi masyarakat, terutama dalam membangun kesadaran mengenai kebersihan dan pengelolaan sampah dari lingkungan terkecil.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena persoalan kebersihan kota tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan pemerintah. Diperlukan perubahan perilaku dan partisipasi aktif masyarakat.

Melalui keterlibatan 312 mahasiswa, pesan mengenai pentingnya menjaga kebersihan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga di berbagai kecamatan.

Dari Kampus untuk Kota

Kolaborasi Pemko Padang dengan UNES-AAI juga memperlihatkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam pembangunan kota.

Mahasiswa tidak hanya ditempatkan sebagai kelompok akademik, tetapi juga diberi ruang untuk terlibat langsung dalam persoalan sosial dan lingkungan di tengah masyarakat.

Padang Rancak Award Sesi II Tahun 2026 pun diharapkan menjadi momentum memperkuat budaya gotong royong serta membangun kesadaran bahwa kebersihan kota merupakan tanggung jawab bersama.

Dengan turun langsung ke lapangan, mahasiswa dapat melihat kondisi riil lingkungan sekaligus berinteraksi dengan masyarakat dalam mendorong praktik pengelolaan sampah yang lebih baik.

Pemko Padang menargetkan gerakan ini tidak berhenti pada proses verifikasi, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Sebab, Padang yang rancak bukan hanya tentang penghargaan, melainkan tentang bagaimana seluruh elemen masyarakat bergerak bersama menghadirkan kota yang bersih, sehat, indah, dan nyaman untuk generasi mendatang.

MMNEWS — Aktual | Terpercaya | Untuk Sumbar