Today

Olo, Kampung Pesisir yang Menjelma Surga Kuliner Padang: Dari Batagor Ikan hingga Kelapa Muda, Ekonomi Rakyat Tumbuh di Bibir Pantai

PADANG, MMNews – mimbar-minangnews.com — Di tengah riuh geliat wisata Kota Padang, Kelurahan Olo di Kecamatan Padang Barat diam-diam menyimpan kekuatan ekonomi rakyat yang tak bisa dipandang sebelah mata. Kawasan pesisir yang selama ini identik dengan panorama senja, kini tampil sebagai etalase hidup kreativitas UMKM berbasis hasil laut yang menggerakkan ekonomi warga dari tepian pantai.

Kelurahan Olo bukan sekadar kawasan permukiman nelayan. Di wilayah inilah hasil laut segar bertemu dengan inovasi kuliner rakyat, melahirkan produk-produk yang mulai mencuri perhatian publik. Mulai dari batagor ikan yang gurih, dimsum berbahan ikan segar, hingga kelapa muda yang menjadi pelepas dahaga khas pesisir—semuanya menjadi daya tarik tersendiri bagi warga lokal maupun wisatawan.

Lurah Olo, Aidil Fitri, mengatakan identitas kawasan ini memang tak bisa dipisahkan dari laut. Mayoritas masyarakat menggantungkan hidup sebagai nelayan, sementara keluarga mereka terus berinovasi menciptakan nilai tambah dari hasil tangkapan.

“Warga kami mayoritas nelayan. Laut adalah napas kehidupan masyarakat di sini. Karena itu kami ingin potensi ini tidak berhenti sebagai hasil tangkapan semata, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi lokal,” ujarnya saat berbincang dengan Diskominfo Kota Padang, Jumat (8/5/2026).

Yang menarik, geliat ekonomi di Olo tumbuh dari model ekonomi kerakyatan yang sederhana namun efektif. Di sepanjang jalur pesisir dari Simpang Hangtuah hingga Olo Ladang, puluhan pedagang kelapa muda berjajar setiap hari, menghadirkan wajah autentik usaha mikro masyarakat pesisir.

Tak hanya itu, para pelaku UMKM kuliner yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Berjaya dan KUBE Tacelak juga mulai mendapatkan pendampingan serius dari pemerintah melalui program pembinaan Dinas Koperasi dan UKM. Fokusnya tak lagi sekadar produksi, tetapi peningkatan kualitas kemasan, daya saing produk, hingga perluasan pasar.

Transformasi inilah yang membuat Olo memiliki nilai lebih. Kawasan ini bukan hanya menjual pemandangan, tetapi juga pengalaman ekonomi lokal yang hidup.

“Harapan kami produk-produk Olo bisa naik kelas, masuk ke pusat oleh-oleh, bahkan menjadi ikon kuliner Kota Padang,” kata Aidil optimistis.

Di tengah gempuran modernisasi dan dominasi usaha besar, Kelurahan Olo justru menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi rakyat tetap punya ruang tumbuh jika dikelola dengan serius.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati Padang dari sisi berbeda, Olo menawarkan paket lengkap: panorama pantai, kuliner laut segar, kelapa muda langsung dari batoknya, dan satu pelajaran penting—bahwa kesejahteraan bisa tumbuh dari kreativitas warga memanfaatkan kekayaan alam di sekitarnya.

Kelurahan Olo kini bukan sekadar titik di peta Kota Padang. Ia sedang tumbuh menjadi simbol bagaimana ekonomi pesisir bisa bangkit dari tangan rakyat sendiri. (*)

Berita lainnya

Seedbacklink