Padang — Mimbar-minangnews.com — KPSTI Sumatera Barat menegaskan langkah strategisnya dalam memperkuat peran budaya sebagai pilar pembangunan daerah melalui pengantaran proposal sekaligus diskusi langsung dengan Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar dan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumbar.
Pertemuan ini menjadi titik krusial dalam membangun keselarasan antara penguatan nilai-nilai kebudayaan Minangkabau dengan sistem tata kelola yang transparan dan akuntabel. KPSTI Sumbar memaparkan sejumlah program berbasis pelestarian budaya yang dirancang adaptif terhadap tantangan zaman, sekaligus menekankan pentingnya pengawasan yang ketat agar implementasi program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Diskusi berlangsung substantif, mengurai berbagai isu strategis mulai dari penguatan peran komunitas dalam menjaga warisan budaya, optimalisasi program kebudayaan berbasis masyarakat, hingga pentingnya integrasi pengawasan dalam setiap tahapan pelaksanaan kegiatan.
Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga eksistensi budaya Minangkabau di tengah dinamika global. Sementara itu, pihak BPK Perwakilan Sumbar menegaskan bahwa prinsip akuntabilitas harus menjadi fondasi utama, agar setiap program tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata dan terukur bagi masyarakat.
KPSTI Sumbar menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam merancang program kebudayaan yang inovatif, berkelanjutan, serta sejalan dengan prinsip tata kelola yang baik.
Melalui langkah ini, KPSTI Sumbar tidak hanya mendorong pelestarian budaya, tetapi juga memperkuat integrasi antara nilai tradisi dan sistem pengelolaan modern—sebuah pendekatan yang dinilai penting untuk memastikan budaya tetap hidup, relevan, dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. (*)







