Padang Panjang, Mimbar-minangnews.com — Wali Kota Hendri Arnis menunjukkan arah kebijakan yang tegas: menjadikan Padang Panjang sebagai “kota event” yang mampu mengakselerasi sektor pariwisata, UMKM, hingga perputaran ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Komitmen itu ditegaskan saat jumpa pers pelaksanaan Gowes Fun Adventure, Ahad (19/4/2026), di Amphiteater Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM). Pemerintah kota, kata Hendri, tidak lagi sekadar menjadi fasilitator, tetapi juga motor penggerak kolaborasi lintas komunitas.
“Ini bukan sekadar event olahraga. Ini adalah gerakan ekonomi. Ketika peserta datang, menginap, makan, dan berbelanja, maka ekonomi masyarakat ikut bergerak,” tegasnya.
Gowes Fun Adventure sendiri lahir dari inisiatif komunitas yang kemudian diadopsi dan diperkuat oleh Pemko Padang Panjang. Tingginya antusiasme peserta dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pendekatan kolaboratif efektif dalam menghidupkan kota.
Hendri bahkan memasang target ambisius. Ke depan, jumlah peserta ditargetkan menembus 50 ribu orang, dengan daya tarik hadiah yang lebih kompetitif, termasuk peluang menghadirkan hadiah utama berupa mobil listrik.
“Skalanya harus kita tingkatkan. Event harus punya daya ledak, baik dari sisi peserta maupun dampak ekonominya,” ujarnya.
Di tengah tekanan efisiensi anggaran, Pemko justru memilih strategi cerdas: memperbanyak event berbasis kolaborasi. Untuk tahun 2026, telah disusun sedikitnya 35 agenda kegiatan dari April hingga Desember yang mencakup sektor olahraga, budaya, dan pariwisata.
Sejumlah agenda unggulan diproyeksikan menjadi magnet kunjungan, seperti Gowes Fun Adventure, Pacu Kuda, Festival Seni Budaya, Padang Panjang Travel Mart, hingga Festival Hari Jadi Kota (HJK).
“Ini bukan angka final. Event masih bisa bertambah. Kuncinya kolaborasi antara OPD, komunitas, dan masyarakat,” kata Hendri.
Ia juga membuka ruang seluas-luasnya bagi komunitas untuk terlibat aktif, menegaskan bahwa pemerintah siap menjadi mitra strategis dalam setiap kegiatan produktif.
Dukungan legislatif pun menguat. Wakil Ketua DPRD Mardiansyah memastikan pihaknya akan mengawal dan mendukung penuh program unggulan kepala daerah, terutama yang berdampak langsung pada ekonomi rakyat.
“Program yang menyentuh UMKM dan masyarakat luas tentu menjadi prioritas untuk kita dorong bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Porapar) Busmar Chandra mengungkapkan, rangkaian 35 event tersebut merupakan hasil orkestrasi kolaboratif berbagai pihak.
Khusus Gowes Fun Adventure, tercatat sekitar 2.200 peserta dari hampir 200 klub ambil bagian, datang dari berbagai daerah seperti Sumatera Barat, Riau, Jambi, hingga Jawa Barat. Bahkan, partisipasi kepala daerah dari luar wilayah turut menambah daya tarik kegiatan ini.
“Partisipasi terus bertambah. Ini menunjukkan event kita mulai diperhitungkan,” katanya.
Ketua panitia, Elmaizir, optimistis event ini akan terus berkembang dan menjadi agenda tahunan berskala besar.
Dengan strategi yang terukur dan kolaborasi yang semakin solid, Padang Panjang kini tidak hanya membangun event—tetapi sedang membangun ekosistem ekonomi baru berbasis pariwisata dan kreativitas masyarakat. (*)







