Today

Mengabdi Tanpa Batas, MDMC Hadirkan Jalan Kemanusiaan di NTT Tanpa Sekat Keyakinan

Dua Nakes Katolik, Sindi dan Vivi, Bergabung Bersama Tim MDMC: “Berbeda Keyakinan, Tetap Menolong Bersama”

NTT, MMNEWS — Di tengah situasi bencana, perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk berdiri bersama atas nama kemanusiaan. Semangat itulah yang terlihat dalam pelayanan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), ketika dua tenaga kesehatan perempuan berlatar belakang Katolik, Sindi dan Vivi, ikut bergabung bersama tim untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua MDMC Sumatera Barat PWM Sumbar, Portito, mengatakan kehadiran Sindi dan Vivi membawa pesan kuat bahwa kerja kemanusiaan melampaui batas agama, suku maupun latar belakang.

“Mereka datang dari keyakinan yang berbeda, tetapi memilih berjalan di jalan yang sama: jalan kemanusiaan,” ungkap Portito.

Menurutnya, Sindi dan Vivi bergabung bukan untuk mempertanyakan perbedaan, melainkan membawa kemampuan dan kepedulian mereka untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Di tengah bencana, tak ada sekat. Yang ada hanya tangan yang menolong, hati yang peduli, dan langkah yang terus bergerak,” ujarnya.

Wajah Kemanusiaan Muhammadiyah

Portito menegaskan, kebersamaan tersebut menjadi salah satu gambaran nyata gerakan kemanusiaan Muhammadiyah. Perbedaan keyakinan tidak menghalangi seseorang untuk duduk bersama, bekerja bersama dan memberikan pertolongan bersama.

Semangat tersebut, lanjutnya, juga sejalan dengan salah satu rumusan dalam Kepribadian Muhammadiyah, khususnya sifat Muhammadiyah ke-9, yakni:

“Membantu pemerintah serta bekerja sama dengan golongan lain dalam memelihara dan membangun negara untuk mencapai masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT.”

Nilai itu diwujudkan MDMC melalui pelayanan kemanusiaan yang diberikan kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang penerima manfaat maupun para relawan yang terlibat.

Di lokasi pelayanan, para tenaga kesehatan dan relawan bekerja dalam satu tujuan: memastikan masyarakat yang membutuhkan memperoleh pertolongan.

Kemanusiaan Tidak Bertanya Siapa Kita

Bagi Portito, kerja kemanusiaan pada akhirnya bukan mengenai siapa yang datang menolong, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat dalam situasi sulit.

Inilah wajah kemanusiaan Muhammadiyah: berbeda keyakinan, tetapi bisa duduk bersama, bekerja bersama, dan menolong bersama,” katanya.

Ia kemudian menyampaikan pesan yang menjadi refleksi perjalanan para relawan di lapangan.

“Karena pada akhirnya, kemanusiaan tidak bertanya siapa kita. Kemanusiaan hanya bertanya: siapa yang hari ini bisa kita bantu?

Kehadiran Sindi dan Vivi bersama para tenaga kesehatan dan relawan MDMC sekaligus memperlihatkan bahwa solidaritas dapat tumbuh di tengah keberagaman. Ketika bencana datang, nilai kemanusiaan menjadi titik temu untuk saling menguatkan.

Mengabdi Tanpa Batas

Gerakan kemanusiaan MDMC di NTT membawa semangat “Mengabdi Tanpa Batas: Jejak Kepedulian MDMC untuk NTT Bangkit dan Indonesia Tangguh.”

Di balik tenda pelayanan, tenaga kesehatan, relawan dan berbagai unsur yang terlibat terus bergerak memberikan pelayanan. Bagi mereka, keberagaman bukan tembok pemisah, tetapi kekuatan untuk bersama-sama menghadirkan harapan.

Berbeda keyakinan, satu jalan kemanusiaan. Berbeda latar belakang, satu tujuan: menolong sesama.

MMNEWS — mimbar-minangnews.com