Aceh, mimbar-minangnews.com – Suasana tak biasa terjadi dalam rapat paripurna DPR Aceh yang digelar pada Senin (6/4/2026). Sejumlah anggota dewan secara mengejutkan mengajukan permintaan untuk bertemu langsung dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Namun, permintaan tersebut menjadi sorotan karena mereka menginginkan pertemuan berlangsung tanpa kehadiran pimpinan DPR Aceh.
Diketahui, saat ini pimpinan DPRA diketuai oleh Zulfadli dari Fraksi Partai Aceh. Dalam jalannya rapat, momen tersebut terjadi di penghujung sidang paripurna, ketika dinamika forum mulai memanas.
Permintaan tersebut disampaikan oleh Rijaluddin, anggota DPRA dari Fraksi PKB, yang mengajukan interupsi. Ia menyuarakan aspirasi sejumlah anggota dewan yang ingin bertatap muka langsung dengan gubernur tanpa didampingi unsur pimpinan.
Namun, Zulfadli yang memimpin jalannya sidang disebut sempat tidak memberikan kesempatan kepada Rijaluddin untuk berbicara. Situasi sempat memanas, bahkan Zulfadli dikabarkan meninggikan nada suaranya dalam merespons interupsi tersebut.
Meski demikian, Rijaluddin tetap menyampaikan pesannya secara singkat di hadapan forum. Ia menegaskan bahwa permintaan tersebut merupakan aspirasi bersama anggota dewan.
“Pak Gubernur, kami seluruh anggota DPRA meminta berjumpa dengan Bapak Gubernur tanpa pimpinan. Setuju kawan-kawan semua?” ujar Rijaluddin, yang kemudian disambut persetujuan oleh sejumlah anggota dewan yang hadir.
Ia menambahkan bahwa permohonan tersebut disampaikan dengan tulus dan berharap mendapat kebijaksanaan dari Gubernur Aceh.
“Itu permohonan kami dari lubuk hati yang paling dalam. Pak Gubernur, kami mohon kebijaksanaannya,” tutupnya.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena mencerminkan dinamika internal legislatif Aceh yang tengah menghangat, sekaligus membuka ruang pertanyaan terkait hubungan antara anggota dewan dan unsur pimpinan DPRA. (*)








