Senator RI: Jangan Hanya Jadi Pencari Kerja, Jadilah Generasi Pencipta Nilai
BATUSANGKAR, MMNEWS — Perubahan teknologi, kecerdasan buatan (AI), otomasi, dan ekonomi digital membuat persaingan dunia kerja semakin dinamis. Menghadapi perubahan tersebut, generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, tetapi harus memiliki kompetensi, visi, ketangguhan, kepercayaan diri, serta kekuatan spiritual.
Pesan itu disampaikan Senator RI Irman Gusman saat menjadi pemateri dalam Pelatihan Pengembangan Karir dalam Menghadapi Dunia Kerja bagi Wisudawan ke-60 UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Jumat (4/9/2026).
Dalam pemaparannya, mantan Ketua DPD RI dua periode tersebut memperkenalkan lima kunci sukses yang menurutnya penting dimiliki generasi muda dalam menghadapi masa depan: Brain, Dream, Spirit, Confident, dan Pray.
Irman menegaskan, perubahan dunia kerja berlangsung sangat cepat. Lulusan perguruan tinggi kini tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi, pengalaman, karakter, kreativitas, dan kecakapan memanfaatkan teknologi.
Ia merujuk Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum yang memperkirakan sekitar 39 persen keterampilan pekerja akan berubah atau menjadi kurang relevan hingga 2030. Di Indonesia, tantangan ketenagakerjaan juga terlihat dari masih banyaknya lulusan pendidikan tinggi yang belum terserap dunia kerja.
Menurut Irman, situasi tersebut tidak semestinya membuat lulusan pesimistis. Sebaliknya, perubahan harus dijadikan momentum untuk mengubah pola pikir, dari sekadar mencari pekerjaan menjadi menciptakan peluang dan nilai.
“Jangan berhenti pada pertanyaan, ‘akan bekerja di mana?’. Mulailah bertanya, ‘kemampuan apa yang saya miliki, masalah apa yang bisa saya selesaikan, dan nilai apa yang bisa saya ciptakan?’” pesannya.
Brain: Kuasai Teknologi, Jangan Serahkan Pikiran kepada AI
Kunci pertama adalah Brain, yakni kemauan untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi. Menurut Irman, kemampuan berpikir kritis justru semakin dibutuhkan di tengah pesatnya perkembangan AI.
Generasi muda harus mampu membaca data, memahami konteks, memecahkan persoalan, sekaligus memanfaatkan teknologi secara produktif tanpa kehilangan kemampuan berpikir mandiri.
“Gunakan AI, kuasai teknologi, dan pelajari data, tetapi jangan lalu mengandalkan bahkan menyerahkan kemampuan berpikir sepenuhnya kepada chatbot atau AI,” tegasnya.
Kunci kedua, Dream, berarti memiliki mimpi dan visi yang jelas. Irman mengingatkan bahwa membangun karier tidak semata-mata mengejar jabatan atau posisi, tetapi juga menentukan persoalan apa yang ingin diselesaikan serta manfaat apa yang ingin diberikan kepada masyarakat.
Selanjutnya adalah Spirit, yakni ketangguhan untuk tetap bergerak ketika menghadapi hambatan maupun kegagalan.
“Jangan takut gagal. Dari kegagalan, kita belajar apa yang harus diperbaiki dan bagaimana melangkah lebih baik,” ujarnya.
Percaya Diri Harus Dibangun Lewat Karya
Kunci keempat adalah Confident atau kepercayaan diri. Bagi Irman, percaya diri bukan berarti merasa lebih hebat dibandingkan orang lain, tetapi keberanian untuk mencoba, belajar, mengambil tanggung jawab, serta menunjukkan kemampuan melalui karya nyata.
Kepercayaan diri, lanjutnya, harus dibangun melalui pengalaman, portofolio, kemampuan berkomunikasi, dan jejaring yang kuat.
Sedangkan kunci kelima adalah Pray. Setelah kemampuan, mimpi, semangat, dan kepercayaan diri dibangun, setiap ikhtiar harus disertai doa dan tawakal kepada Tuhan.
“Doa bukan pengganti kerja, dan tawakal bukan alasan untuk pasif,” kata Irman.
Ketua Dewan Pakar Bidang Ekonomi UMKM PP Muhammadiyah tersebut menekankan bahwa kelima prinsip itu pada akhirnya harus membawa lulusan perguruan tinggi menjadi generasi yang mampu menciptakan nilai dan menghadirkan solusi.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang siap mengisi lapangan pekerjaan. Kampus juga harus melahirkan generasi yang mampu membaca persoalan, menangkap peluang, berinovasi, bahkan membuka lapangan kerja baru.
Menutup pemaparannya, Irman mengajak para wisudawan UIN Mahmud Yunus Batusangkar untuk tidak takut menghadapi perubahan dan tidak pernah berhenti belajar.
“Generasi muda harus berani bermimpi, berani mencoba, dan berani menghadapi perubahan. Jangan takut tertinggal, karena yang paling penting adalah terus belajar, terus bergerak, dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain,” pungkas Irman.
MMNEWS — Mimbar Minang News







