Padang Pariaman | MMNEWS — Anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat, Hj. Endarmy, menyoroti belum diperbaikinya Jembatan Anduriang di Kecamatan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, meski bencana banjir bandang telah berlalu selama lima bulan.
Menurut Endarmy, jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Nagari Anduriang dengan Nagari Kayu Tanam. Sebelum mengalami kerusakan akibat banjir bandang, jembatan itu menjadi jalur utama yang digunakan masyarakat, termasuk para pelajar, untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat. Sebelum rusak, akses tersebut merupakan satu-satunya jalur utama bagi warga dan pelajar di dua nagari,” ujar Endarmy saat diwawancarai, Senin (11/5/2026).
Politisi dari daerah pemilihan Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman itu menjelaskan, hingga kini masyarakat masih terpaksa menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai. Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan, terutama ketika debit air meningkat dan arus sungai menjadi deras.
Meski tersedia jalur alternatif, menurut Endarmy, akses tersebut memerlukan waktu tempuh yang jauh lebih lama karena jaraknya cukup jauh.
“Akses alternatif memang ada, tetapi membutuhkan waktu lebih lama karena jaraknya cukup jauh,” katanya.
DPRD Dorong Pembangunan Jembatan Darurat
Endarmy meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk membantu memulihkan aktivitas masyarakat. Ia mendorong pembangunan jembatan darurat sebagai solusi jangka pendek agar mobilitas warga dapat kembali normal.
Selain itu, ia juga meminta pemerintah segera melakukan normalisasi sungai guna mempercepat proses pemulihan pascabencana di kawasan tersebut.
Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur sangat penting agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas masyarakat tidak terus terganggu.
Diketahui, Jembatan Anduriang mengalami kerusakan berat setelah diterjang banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025. Hingga kini, masyarakat masih menunggu realisasi perbaikan dari pemerintah. (***) .







