Oleh Labai Korok
Mimbar-minangnews.com | Situasi hujan, bumi ranah Minangkabau bergoyang sore hari, gempa besar berkekuatan 7,6 SR meluluh lantahkan gedung, rumah dan lainnya. Itu historis Sumatera Barat yang tidak pernah terlupakan.
Saat itu, tidak salah pukul 17.15 WIB, Ranah Minang diguncang gempa besar berkekuatan 7,6 SR. Dalam setiap peringatan tahunan, muncul pertanyaan yang kerap menjadi sorotan, diantaranya, yaitu berapa orang korban gempa Sumbar 2009?. Masih bisa diperdebatkan.
Berdasarkan data resmi dari Satkorlak Penanggulangan Bencana (PB), jumlah korban tewas akibat gempa Sumbar 2009 mencapai 1.117 orang, tersebar di tiga kota dan empat kabupaten di provinsi tersebut.
Selain itu, tercatat 1.214 orang mengalami luka berat, 1.688 orang luka ringan, dan 1 orang hilang.
Tak hanya Kota Padang, sejumlah wilayah lain di Sumbar juga turut memperingati musibah ini secara rutin, seperti Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam, Kota Solok, dan Kabupaten Pasaman Barat.
Data historis gempa Sumbar 2009 mencatat kerusakan masif: 135.448 rumah rusak berat, 65.380 rusak sedang, dan 78.604 rusak ringan.
Menurut Penulis berapa pun data korban, kerusakan, nilai kehancuran yang dipublis, Kita selaku orang Minang harus mengambil hikmah dari segala musibah gempa ini.
Hikmah yang diambil diantara, orang Minang yang tinggal atau bermukim di Sumatera Barat harus selalu waspada diri, pribadi harus memperkuat ketahan menghadapi bencana gempa suatu waktu bisa terjadi seperti kejadian 30 September 2009.
Hikmah dari gempa bumi, bisa juga diambil meliputi aspek keagamaan, sosial, dan geologis sendiri. Banyak hal yang bisa diambil hikmahnya.
Penutup gempa sebagai peringatan dari alam pada manusia, agar kembali kepada Allah SWT, menguji dan menguatkan keimanan, serta menjadi sarana untuk introspeksi diri dan meningkatkan solidaritas sosial melalui bantuan sesama.








