Oleh Labai Korok Piaman
Publik intelektual Sumatra Barat jangan sampai terkecoh dengan dinamika pemilihan Kepala Daerah Se-Sumatera Barat karena ada tangan-tangan mafia bermain didalamnya.
Permainan mafia Pilkada Se-Sumbar ini sudah dimulai di skenario kan semenjak dilakukannya pemilihan suara ulang (PSU) DPD RI, mereka dengan kekuatan jaringan internasional mampu melahirkan PSU, namun hasil didapatnya selalu terwujud karena mereka memakai plan filosofi pedang tajam dua sisi (hasil sama).
Setelah itu skenario dilanjutkan di Pilkada Sumatera Barat, dengan membuat kandidat lawan kotak kosong, teori tidak memasukan kader PKS sebagai calon Kepala Daerah atau tampa kotak kosong pun (satu kandidat lawan satu kandidat) juga tidak melibatkan PKS disini artinya PKS ditinggalkan.
Ternyata skenario mafia yang dibuat di Singapura itu bubar karena ada seorang tokoh langsung tancap gass, akhirnya dengan kepiawaian orang yang cinta dengan kader PKS, serta satu jiwa akhirnya memainkan kendali diatas kepala harimau, akhirnya PKS tidak bisa ditinggalkan.
Sosok bos mafia ini akhirnya fokus mengatur keadaan, komposisi Pilkada serentak kabupaten/kota se-Indonesia dan meninggalkan permainan ditingkat kandidat provinsi menunggu perkembangan terakhir bagai mana komposisi yang paten.
Akhirnya mafia ini berhasil juga masuk dilingkungan Pilkada tingkat Sumbar melalui kader mafia terbaiknya, yang pada dasarnya sudah tak tertarik main di Sumbar walaupun pernah menjabat dikampung.
Sekarang pendaftaran Pilkada sudah selesai, dari catatan Penulis tentang mafia ini sudah berhasil mengkonsolidasi 80% Pilkada Kabupaten dan Kota Se-Sumbar.
Nah sekarang tinggal Pilkada Kabupaten/Kota dimana saja mafia ini sukses mendudukkan putra mahkotanya, Penulis tidak akan membuka ini secara gamblang, namun Penulis bisa sampaikan kriterianya yaitu pilkada yang calon tidak kuat secara kapasitas figur, terkesan calon asal jadi saja dan diataranya memborong partai politik yang ada.
Penulis menghimbau kepada masyarakat, para intelektual Minang, saat agar bantu masyarakat Sumbar keluar dari jeratan bos mafia politik di Sumbar ini.
Hitungan Penulis jika Survey putra mahkotanya nanti kalah diyakini permainan kotor, money politik akan dilakukan secara brutal karena memang mafia yang tinggal Singapura ini banyak logistik untuk menjalankan catur dipilkada Sumbar dan memiliki dendam tersendiri dengan Minangkabau ini.







