Today

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri: Generasi Muda Harus Jadi Garda Terdepan Jaga Persatuan Bangsa

MMNEWS – mimbar-minangnews.com

Padang — Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa serta mempertahankan nilai-nilai kebangsaan. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Evi Yandri Rajo Budiman, usai menghadiri kegiatan Pembinaan Kesadaran Bela Negara Keluarga Besar TNI Kodam I/Bukit Barisan, Jumat (22/5), di Gedung Sapta Marga, Makodam, Padang. Dalam kegiatan itu, Evi Yandri juga hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Sumbar.

Selain Evi Yandri, kegiatan tersebut juga dihadiri Anggota Komisi V DPRD Sumbar, Endarmy, yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI). Hadir pula berbagai perwakilan organisasi di bawah pembinaan Kodam, di antaranya PPM, FKPPI, P3AD, dan PPAD.

Evi Yandri menegaskan, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat nasionalisme, persatuan, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air di tengah masyarakat.

Menurutnya, melalui pembinaan bela negara, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita berharap kegiatan ini ikut mendorong lahirnya generasi muda yang solid, berkarakter, serta memiliki semangat nasionalisme yang tinggi,” ujar Evi Yandri.

Senada dengan itu, Endarmy menekankan pentingnya sinergi antara organisasi kepemudaan, keluarga besar TNI, dan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat wawasan kebangsaan.

“Wawasan kebangsaan harus terus ditanamkan kepada masyarakat sejak dini. Ini sangat berpengaruh dalam upaya menjaga keutuhan negara,” tutur Endarmy.

Sementara itu, perwakilan Kodam, Letkol Kav Mahpuzh, menyebut kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai organisasi yang berada di bawah pembinaan Kodam.

Saat membuka kegiatan, Mahpuzh mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan soliditas antarelemen bangsa.

“Kita harus menjadi satu, bukan terpisah-pisah. Kalau kita sudah berada dalam satu wadah pembinaan, tentu kita akan menjadi kuat,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti sampai di sini, melainkan terus berlanjut melalui berbagai agenda kolaboratif lainnya untuk memperkuat sinergi antarorganisasi dan semangat kebangsaan. (*)