Today

Pakai Sepatu ke Masjid? Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana Beri Pencerahan

Oleh: Labai Korok | Mimbar-minangnews.com

Penggunaan alas kaki di dalam masjid kembali menjadi perbincangan publik setelah beredarnya potongan video yang menyebut Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, memakai sepatu saat berada di masjid.

Dalam perspektif keagamaan, penggunaan alas kaki di dalam masjid pada dasarnya diperbolehkan, bahkan dalam kondisi tertentu bisa menjadi sunnah, selama alas kaki tersebut dipastikan suci dan tidak terkena najis. Artinya, bukan jenis alas kaki yang menjadi persoalan, melainkan kebersihan dan kesuciannya.

Viralnya potongan video tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat. Namun, penting untuk memahami konteks secara utuh agar tidak terjadi kesalahpahaman. Jika alas kaki yang digunakan dalam kondisi bersih dan suci, maka hal tersebut tidak bertentangan dengan ketentuan.

Di sisi lain, peristiwa ini juga dapat menjadi inspirasi bagi pengelola masjid, khususnya masjid yang menjadi destinasi wisata religi. Salah satu gagasan yang dapat dipertimbangkan adalah penyediaan alas kaki khusus yang bersih dan suci bagi para pengunjung. Dengan demikian, kebersihan area masjid tetap terjaga, sekaligus memberikan kenyamanan bagi wisatawan.

Sebagai contoh, pengunjung yang datang ke Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi untuk tujuan wisata dapat diarahkan menggunakan alas kaki khusus yang disediakan di lingkungan masjid atau diperoleh dari fasilitas yang tersedia di lokasi.

Terkait isu yang berkembang, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah memberikan klarifikasi resmi. Pemprov menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Pariwisata memakai sepatu di dalam masjid tidak benar.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Sumbar, Nolly Eka Mardianto, menyampaikan bahwa dirinya turut mendampingi langsung kunjungan kerja tersebut. Ia memastikan bahwa yang digunakan oleh Menteri Pariwisata bukanlah sepatu, melainkan kaus kaki.

“Saya menjadi bagian dari rombongan yang hadir dan menyaksikan langsung kegiatan tersebut. Tidak benar Ibu Menteri memakai sepatu di dalam masjid, yang digunakannya adalah kaus kaki,” tegas Nolly di Padang, Sabtu (2/5/2026).

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama di media sosial. Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga akurasi informasi serta memahami nilai-nilai kebersihan dan kesucian dalam lingkungan tempat ibadah.

Ke depan, momentum ini dapat menjadi bahan evaluasi dan inovasi bagi pengelola masjid, khususnya dalam pengaturan kunjungan wisata, agar tetap selaras dengan nilai-nilai keagamaan dan menjaga kesucian tempat ibadah.