Today

Koni Sumbar Jangan Pernah Menentang Kebijakan Pemimpin

Padang, MMNews – Hinga kini, pertandingan masih terus berlangsung di ajang Pekan Olahraga Nasional( PON) XXI tahun 2024 Sumut dan Aceh, dan torehan-torehan medali juga terus bertambah untuk semua kontingen begitu juga dengan Sumbar, juga telah mengumpulkan beberapa medali untuk Ranah Minang tercinta ini.

Namun pekikan dan suara teriakan para atlet serta kontingen lainya, seakan-akan tersendat, ini semua berasal dari belum cairnya anggaran untuk Koni Sumbar, di ajang paling bergengsi seantero Indonesia, namun semua ada kata kuncinya, yakni jangan pernah menentang sebuah keputusan dari pemimpin, kita hanya bisa berharap semoga polemik tentang Koni Sumbar dan Anggaranya segera dapat terealisasi seperti yang diharapkan.

Senada dengan kepedihan ysng kini dialami, oleh para kontingen Sumbar, Yohanes Wempi, dalam. kesempatan bincang ringan dengan mimbar-minangnews.com, Jumat ( 13/9) mengatakan, kita sangat prihatin dengan apa yang dialami oleh kontingen Sumatera Barat di ajang PON XXI tahun 2024 Sumut dan Aceh, semoga semua dapat teratasi dengan segera. Nah berkaca dari pengalaman inilah mari kedepan kita lebih fokus dan lebih legowo kepada pemilik keputusan, tidak bisa “Bakato Hati Awak Sajo” tidak bisa sekehendak hati kita saja, yang mana tidak mau mendengarkan apa yang disarankan pemilik keputusan, nah inilah buah dari kecongkakan hati yang merasa semua dapat dilakukan meskipun tanpa persetujuan dari pemimpin.

Kemudian ditambahkan Yohanes Wempi, mantan anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman tahun 2015-2019 ini, kalau boleh kasih saran dan masukan, nanti alangkah baiknya kalau anggaran yng diperuntukan bagi Koni Sumbar, dan berapa besaranya, kita serahkan pengendaliannya kepada cabor masing-masing, namun tidak lepas begitu saja, tetap dalam pengawasan Koni, dengan segala konsekwensi yang berlaku, kalau tidak berprestasi kita kurangi anggaran cabor tersebut, kalau prestasi mereka meningkat, maka kita akan beri tambahan bagi cabor itu, dan untuk pengambilan dana yang telah kita bagi kepada cabang olahraga tetap per triwulan, dan cabor bisa menggunakan anggaran mereka, kalau pertanggung jawaban mereka lengkap semua, seperti yang ditetapkan oleh Koni Sumbar, gunanya ini adalah, agar tidak terjadi lagi penyelewengan anggaran seperti yang dialami Koni Sumbar sekarang ini.

Seperti saat sekarang, ditambahkan ayah dua orang putra ini, usai PON kabarnya pengurus Koni Sumbar akan kembali dilakukan pemeriksaan oleh Kejaksaan Tinggi Sumbar, miris memang kita membaca dari beberapa media online lokal maupun media nasional, kenapa selalu Koni yang bermasalah. Kita tidak bahas itu, mari kedepan kita bersama-sama lebih memahami lagi apa keinginan pemegang kebijakan dan mari bersinergi bersama, kalau semua kompak dan tidak ada rasa congkak, maka sukses prestasi dan sukses anggaran pasti akan tercapai.

Terakhir, disampaikan Yohanes Wempi, mantan Presiden BEM Unand ini, sekali lagi jangan pernah berkacak pinggang kepada pemimpin, ikuti dan pahami maka silaturahmi akan asri, ingat satu helai lidi tidak bisa menyapu sebatang daun yang jatuh, tapi ketika diikat menjadi banyak, maka semua daun yang jatuh akan dengan mudah dibersihkan dari halaman. (Aca)