PADANG, MMNEWS – Nasib guru honorer kategori R4 dan R5 di lingkungan SMA, SMK, dan SLB Provinsi Sumatera Barat kembali menjadi perhatian. Persoalan kepastian status, keberlanjutan pekerjaan, hingga kesejahteraan tenaga pendidik tersebut disuarakan melalui audiensi Forum Komunikasi Guru Honorer R4 dan R5 bersama DPRD Sumbar, Kamis (5/11/2026).
Audiensi yang berlangsung di Ruang Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Sumatera Barat itu diterima langsung Ketua Komisi II DPRD Sumbar, Khairuddin Simanjuntak, bersama Sekretaris Komisi V DPRD Sumbar, Mario Syah Johan.
Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi para guru honorer untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang selama ini membayangi masa depan mereka sebagai tenaga pendidik.
Bagi guru honorer R4 dan R5, persoalan status bukan sekadar urusan administrasi. Lebih dari itu, menyangkut kepastian pekerjaan, penghasilan, perlindungan, serta penghargaan atas pengabdian panjang mereka dalam mencerdaskan generasi bangsa.
Mereka berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap nasib tenaga pendidik yang hingga kini masih menantikan kepastian status dan peningkatan kesejahteraan.
DPRD Diminta Perjuangkan Kepastian Status
Dalam audiensi tersebut, para perwakilan guru menyampaikan harapan agar aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebatas pertemuan formal. Mereka membutuhkan langkah konkret dan komunikasi berkelanjutan dengan pemerintah serta instansi terkait.
Ketua Komisi II DPRD Sumbar, Khairuddin Simanjuntak, bersama Sekretaris Komisi V, Mario Syah Johan, menerima aspirasi tersebut sebagai bagian dari perhatian DPRD terhadap persoalan tenaga pendidik di Sumatera Barat.
Perjuangan terhadap nasib guru honorer R4 dan R5 dinilai penting karena menyangkut keberlangsungan pelayanan pendidikan. Kepastian status dan kesejahteraan tenaga pendidik harus menjadi perhatian bersama.
Jangan Biarkan Pengabdian Guru Berujung Ketidakpastian
Persoalan guru honorer merupakan isu yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Selama bertahun-tahun, para guru telah menjalankan tugas mendidik, membimbing, dan membentuk karakter generasi muda, meskipun masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
Kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh gedung sekolah, fasilitas, maupun kurikulum. Kesejahteraan dan kepastian masa depan guru juga menjadi fondasi penting dalam membangun pendidikan yang berkualitas.
Karena itu, aspirasi Forum Komunikasi Guru Honorer R4 dan R5 perlu mendapatkan tindak lanjut yang jelas melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi berwenang.
Para guru kini menaruh harapan besar agar perjuangan yang disampaikan kepada DPRD Sumbar dapat melahirkan solusi nyata.
Sebab, memperjuangkan kepastian masa depan guru bukan semata-mata memperjuangkan nasib tenaga honorer, melainkan juga menjaga masa depan pendidikan Sumatera Barat.
(MMNEWS)








