PADANG, MMNEWS — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, memaparkan dua inovasi unggulan daerah dalam penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Selasa (3/11/2026).
Presentasi berlangsung secara daring dari Istana Gubernuran, Padang. Dua inovasi yang menjadi perhatian dalam pemaparan tersebut adalah Lameh Kesa, inovasi pengolahan nira kelapa sawit menjadi gula merah, serta Udah Gagah, program deteksi dini kekambuhan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) untuk mencegah pemasungan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan jiwa.
Kedua inovasi tersebut merepresentasikan upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan masyarakat, baik di sektor ekonomi produktif maupun pelayanan kesehatan.
Lameh Kesa, Sawit Tak Hanya Menghasilkan Minyak
Dalam pemaparannya, Mahyeldi menjelaskan bahwa Lameh Kesa merupakan terobosan untuk meningkatkan nilai tambah perkebunan kelapa sawit melalui pemanfaatan niranya sebagai bahan baku gula merah.
Inovasi ini membuka peluang diversifikasi pendapatan petani, menciptakan lapangan pekerjaan, sekaligus mendorong pengembangan produk turunan berbasis potensi lokal.
Salah satu lokasi pengembangan program tersebut berada di Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat.
Berdasarkan data yang dipaparkan, pengolahan nira sawit dari satu hektare perkebunan berpotensi menghasilkan pendapatan sekitar Rp34 juta dalam bentuk gula cair. Nilainya bahkan dapat meningkat hingga Rp72 juta apabila diolah menjadi gula merah cetak.
Selain memberikan alternatif sumber penghasilan, inovasi ini juga berpotensi membantu petani menghadapi masa peremajaan atau replanting kebun sawit, ketika produksi tandan buah segar mengalami penghentian sementara.
Dari sisi lingkungan, pemanfaatan bagian tanaman sawit menjadi bahan baku produksi juga diarahkan untuk mengurangi praktik pembakaran yang berpotensi menimbulkan asap.
Inovasi Lameh Kesa bahkan telah direplikasi di sejumlah daerah, termasuk Kota Padang Panjang.
Udah Gagah, Deteksi Dini untuk Cegah Pemasungan ODGJ
Sementara itu, inovasi Udah Gagah hadir untuk memperkuat pelayanan kesehatan jiwa melalui deteksi dini gejala kekambuhan ODGJ.
Program ini melibatkan keluarga dan tenaga kesehatan dalam melakukan pendampingan serta pemantauan kondisi pasien. Dengan deteksi dan penanganan lebih cepat, risiko kekambuhan dapat ditekan sekaligus mencegah praktik pemasungan yang merampas hak dan martabat manusia.
Mahyeldi menyampaikan bahwa program tersebut telah menjangkau sekitar 2.000 penerima manfaat dan direplikasi oleh sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, di antaranya di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Pesisir Selatan.
“Melalui Udah Gagah, kita ingin memastikan pasien mendapatkan penanganan lebih cepat. Keluarga juga memperoleh pendampingan sehingga risiko kekambuhan dan praktik pemasungan dapat ditekan,” ungkap Mahyeldi.
Pemprov Sumbar Perkuat Keberlanjutan Inovasi
Lebih jauh, Mahyeldi menegaskan bahwa keberhasilan inovasi daerah tidak hanya diukur dari pencapaian program, tetapi juga dari keberlanjutan dan manfaatnya bagi masyarakat.
Karena itu, Pemprov Sumbar terus memperkuat regulasi, membangun komitmen kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta mengintegrasikan pengembangan inovasi dari berbagai unsur, mulai dari masyarakat, perguruan tinggi, media massa hingga komunitas ke dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Untuk menjamin keberlanjutan inovasi daerah, kami melakukan integrasi pengembangan inovasi dari berbagai unsur masyarakat, memperkuat komitmen kepala organisasi perangkat daerah, serta menyiapkan regulasi yang lebih kuat,” ujar Mahyeldi.
Ia berharap kedua inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang semakin luas.
Lameh Kesa diharapkan menjadi salah satu penggerak hilirisasi produk perkebunan dan peningkatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Sementara Udah Gagah diharapkan memperkuat pelayanan kesehatan jiwa sekaligus memastikan ODGJ memperoleh perlindungan dan penanganan yang manusiawi.
“Kami berharap inovasi-inovasi ini terus dikembangkan dan memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya bagi Sumatera Barat, tetapi juga menjadi kontribusi bagi Indonesia,” pungkasnya.
Dalam kegiatan presentasi di hadapan Tim Penilai Kemendagri tersebut, Gubernur Mahyeldi didampingi Kepala Balitbang beserta jajaran, Kepala Rumah Sakit Jiwa HB. Saanin beserta jajaran, serta perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat.
MMNEWS — Mengabarkan Fakta, Mengawal Informasi.







