ADDIS ABABA, MMNEWS – Kiprah Muhammadiyah dalam pelayanan kesehatan dan penanganan kegawatdaruratan kembali mencatat sejarah di tingkat internasional. Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah secara resmi memperoleh sertifikat Recognition of Classification dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pengakuan tersebut disampaikan dalam rangkaian 7th Emergency Medical Teams (EMT) Global Meeting 2026 yang berlangsung di Addis Ababa, Ethiopia, pada 3–5 November 2026.
Capaian ini bukan sekadar penghargaan kelembagaan. Pengakuan WHO menjadi bukti bahwa kapasitas pelayanan medis darurat Muhammadiyah telah memenuhi standar internasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring respons kemanusiaan dunia.
Dengan pengakuan tersebut, EMT Muhammadiyah tercatat sebagai EMT ke-63 di dunia yang telah terverifikasi memenuhi standar internasional WHO. Standar tersebut mencakup prinsip dasar, standar inti, serta standar teknis pelayanan medis darurat.
BUKTI KAPASITAS, BUKAN SEKADAR PENGHARGAAN
Keberhasilan ini merupakan hasil perjalanan panjang, proses penguatan kapasitas, kolaborasi lintas lembaga, serta komitmen dalam membangun sistem pelayanan kesehatan kemanusiaan yang profesional.
Di tengah meningkatnya tantangan bencana, krisis kesehatan, konflik kemanusiaan, dan keadaan darurat di berbagai belahan dunia, keberadaan tim medis yang terlatih dan memenuhi standar internasional menjadi kebutuhan mendesak.
EMT Muhammadiyah menunjukkan bahwa organisasi masyarakat sipil Indonesia mampu mengambil bagian dalam sistem respons kesehatan darurat global.
BERBAGI PRAKTIK BAIK DI FORUM INTERNASIONAL
Dalam forum global tersebut, MDMC juga berkesempatan membagikan dua praktik baik yang menjadi bagian dari pengembangan kapasitas EMT Muhammadiyah.
Pertama, pengalaman kolaborasi EMT Muhammadiyah dengan EMT ISAR Germany pada periode 2020–2025.
Kedua, pengembangan kurikulum pelatihan EMT berstandar internasional yang telah terakreditasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Dua praktik tersebut memperlihatkan bahwa penguatan tim medis darurat tidak cukup hanya dengan menyediakan tenaga dan peralatan. Dibutuhkan pula sistem pelatihan, standar operasional, pengalaman lapangan, serta kerja sama internasional yang berkelanjutan.
TANTANGAN BERIKUTNYA: MEMPERKUAT PENGABDIAN DI DALAM NEGERI
Pengakuan WHO ini sekaligus menjadi momentum bagi Muhammadiyah untuk memperluas kontribusi dalam pelayanan kesehatan kemanusiaan, baik di Indonesia maupun dalam misi internasional.
Indonesia merupakan negara yang memiliki risiko bencana tinggi. Karena itu, kapasitas EMT yang memenuhi standar global harus menjadi kekuatan nyata dalam membantu masyarakat ketika bencana dan krisis kesehatan terjadi.
Prestasi di Addis Ababa hendaknya tidak berhenti sebagai kebanggaan organisasi. Lebih dari itu, pengakuan internasional ini harus diterjemahkan menjadi peningkatan kualitas pelayanan, kesiapsiagaan, dan kecepatan respons terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Dunia telah memberikan pengakuan. Kini, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa standar internasional tersebut benar-benar menghadirkan manfaat bagi kemanusiaan.
MMNEWS | Aktual, Tajam, Terpercaya








