Oleh Labai Korok
Selesainya dan berpindah Penlok, Trase jalan tol Padang ke Sicincin, berakhir di kawasan Tarok City, Kapalo Hilalang merupakan buah lobi dari Almarhum H. Drs Ali Mukhni MM, Bupati Padang Pariaman priode 2010-2020 pada waktu itu. Andaikan Almarhum Ali Mukhni tidak melakukan lobi maka Penlok jalan tol itu akan melewati, hutan lindung bukit barisan.
Almarhum gigih lobi Kementrian PU yang juga urang sumando Minang, gigih lobi Gubernur Sumatera Barat agar jalan tol itu cepat diselesaikan dan Penlok, Trase nya diarahkan ke lokasi sekarang.
Terakhir Almarhum memberikan jalan Pemda Padang Pariaman dilokasi Tarok City, Kapalo Hilalang untuk pintu keluar jalan tol Padang-Sicincin tersebut. Kehebatannya jika jalan tol itu tidak masuk kekawasan Tarok City, diyakin kedepan banyak potensi masalah terhadap jalan Pemda tersebut.
Kegigihan pindah lah Penlok, Trase berubah, kencangnya lobi bahwa tol Padang-sicincin yakin bisa tuntas. Semangat Almarhun Ali Mukhni ini turun langsung ke lokasi lahan masyarakat yang dilalui jalan tol tersebut.
Nah gaya ini bisa ditiru oleh Eka Putra, Bupati Kabupaten Tanah Datar agar Penlok, Trase atau jalur jalan pindah ke kawasan Tanah Datar.
Penulis pernah diskusi dengan Uda Wagub, Vasko tentang jalan tol ini, Penulis sampaikan ke Uda Wagub waktu itu, agar Trase, jalur jalan tol Sicincin-Pekan Baru, sudah kajian insinyur, sangat bagus melewati kawasan Tanah Datar langsung ke Lima puluhan.
Namun jalur jalan, ada juga pintu keluar tetap terakses ke Kota Payakumbuh, Kota Bukittinggi dan Kota Padang Panjang langsung.
Menurut Penulis sudah saatnya Eka Putra ambil kendali lobi, pihak Kementrian Kordinator Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah agar Penlok atau jalur jalan tol itu melewati Tanah Datar. Semangat pindahkan jalurnya dari rencana awal masuk dekat Kota Bukittinggi, menghindarinya.
Eka Putra perlu tiru langkah Almarhum Ali Mukhni untuk mendapatkan kepastian agar Penlok dan jalur jalan tol itu pindah, Penulis sangat apresiatif ada alternatif trase tol tersebut yang disampaikan oleh Eka Putra.
Padangtv saat dialog, sang Bupati ungkap kan bahwa Sejak 2024, kami, masyarakat Tanah Datar sudah menyatakan siap tol dialihkan ke Tanah Datar. Bahkan, Kami telah menyiapkan konsep dan menyosialisasikan rencana ini kepada masyarakat.
Dalam program tersebut, Eka Putra menegaskan kesiapan Kabupaten Tanah Datar menjadi alternatif trase tol apabila jalurnya dialihkan dari rute sebelumnya.
Menurut Eka Putra, dukungan tidak hanya datang dari pemerintah daerah, tetapi juga dari tokoh adat dan perantau. “Para niniak mamak sebagai pemilik tanah ulayat sudah menyatakan persetujuan. Masyarakat menyambut baik karena tahu tol akan membuka peluang ekonomi dan wisata,” jelasnya.
Penulis apreasiasi untuk sikap dan keputusan Eka Putra untuk menyiapkan daerahnya bisa dilalui jalan tol. Sekali lagi Eka Putra belajarlah sama Almarhum Ali Mukhni dalam persoalan ini.









