Today

Syafdinon : Duta Pajak Program Unggulan Bapenda Segara Hadir

Padang, mimbar-minangnews.com, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Barat, Syafdinon merasa sangat puas dengan raihan pajak daerah Sumatera Barat saat ini. Namun untuk kedepanya pria hitam manis ini mempunyai kejutan yang sangat brilian lagi demi tercapainya target pajak untuk Ranah Minang tercinta.

Dikatakan Syafdinon, adapun untuk tahun 2025 nanti, kita telah mempersiapkan konsep yang cukup matang, meskipun dalam perjalanannya nanti, masih ada terdapat sedikit perubahan demi menuju pencapaian yang maksimal.

Nah untuk mengarah kejalan pencapaian maksimal tersebut, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Barat ini, telah merancang program duta pajak, yang nantinya akan diberdayakan diseluruh Sumbar dan khususnya Kota Padang.

“Kita akan berdayakan duta pajak, yang nantinya akan difokuskan di seluruh Sumatera Barat, dan Kota Padang, akan jadi yang pertama dalam program ini, ujar Syafdinon, kepada mimbar-minangnews.com.

Adapun nantinya, duta pajak akan melaksanakan beberapa tugas pokok yang telah dirampung dan disusun oleh Bapenda Sumbar, kemudian duta pajak akan mensosialisasikan kesadaran pajak serta memberikan pengertian kepada seluruh wajib pajak, dan juga akan memberikan reword sesuai dengan yang telah ditentukan Bapenda Sumbar.

Manfaat dari Duta Pajak ini, adalah agar masyarakat dan instansi Pemerintah maupun Swasta dapat lebih menjadi taat pajak dan juga sekaligus memberikan contoh terbaik bagi seluruh penguna kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat yang dikenai pajak kendaraan.

Selanjutnya, program unggulan yang lainya, Bapenda akan membuat tabungan pajak bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) se-Sumbar, yang mana setiap ASN, nantinya akan dipotong dari uang TPP mereka yng disesuaikan dengan jabatan masing-masing, yang intinya tidak memberatkan seluruh ASN dalam membayar pajak, dan tabungan pajak ini, akan bekerja sama dengan pihak Bank Nagari, ada satu keuntungan yakni, seandainya TPP, dipotong kemudian jatuh tempo pajak, setelah di potong TPP ternyata belum lunas dan pihak Bank Nagari, akan menalangi untuk pelunasan dengan kriteria talangan.

Ditambahkan Syafdinon, semoga, program ini nantinya mendapat respon positif dari seluruh masyarakat wajib pajak, sebab pembangunan di Sumatera Barat, lebih banyak dana nya dari Bapenda Sumbar. (Aca)