
Tanah Datar, MMNews – Sabtu 8 Juni 2021, Paguyuban Warga Sunda pengurus PB menyampaikan Donasinya kepada warga Sunda yang terdampak Galodo dan Banjir Bandang Padang 13 Mei 2024 lalu, indahnya berbagi antara anggota paguyuban.
Dampak Galodo dan Banjir Bandang yang terjadi meninggalkan kenangan yang pahit dan kisah pilu sehingga warga dan masyarakat sekitar yang terdampak sangat membutuhkan bantuan donasi dari masyarakat lainnya yang memang peduli yang menjadi kebutuhan mereka.
Paguyuban Warga Sunda (PWS) Sumatera Barat disampaikan oleh PB dan di Nahkodai oleh H. Maman Sudarman dan tim hadir memberikan donasi kepada warga Sunda yang terdampak Galodo dan Banjir Bandang tersebut dan juga didamping Oleh Ust Yasin warga Sunda yang aktif juga aktif di ormas keagamaan di Tanah Datar.

Bantuan yang diberikan berupa uang tunai yang memang donasi dari sumbangan warga Sunda lainnya ke PWS Sumbar, donasi yang peruntukan kepada warga Sunda di Agam juga terdampak Galodo dan Banjir Bandang.
Total donasi yang di berikan berkisar Rp. 17 jutaan, warga yang diberikan santunan tersebut sangat berterima kasih, ada istilah di Sunda *katara ayana tarasa manfaatna” ( menjadikan Paguyuban Pasundan di tengah masyarakat benar-benar membawa manfaat bagi kehidupan bersama ).
Ucapan terima kasih sebesar-besarnya nya dari warga Sunda Tanah Datar kepada paguyuban yang telah memperhatikan warganya, manfaatanya bergabung dan aktif di paguyuban sebagai solusi dan solutif bagi warganya, “ucap Kang Asep.
Warga yang ada di Agam juga tentunya diwakilkan oleh Kang Rudi Wakil Ketua PB PWS Sumbar yang nantinya juga diberikan donasi langsung kepada warga terdampak Galodo dan Banjir Bandang.
Ucapan Duka dari Ketua Umum PB Paguyuban Warga Sunda (PWS), berpesan kepada warga agar kembali bangkit dan semangat juga sabar dalam menghadapi musibah, bantuan donasi yang diberikan ini merupakan bentuk real warga yang memang saling memperhatikan warga lainnya dalam Paguyuban ini, sebagai katua berpesan agar selalu menjaga kekompakan warga sunda dan warga sekitarnya, dimana bumi dipijak disana langit di junjung, “ucapnya.(HGN)








