PADANG, MMNEWS — Pemerintah Kota Padang terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan dan peningkatan kualitas infrastruktur kota. Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mempercepat penanganan infrastruktur pascabencana.
Wali Kota Padang Fadly Amran melakukan audiensi dengan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BP2W) Sumatera Barat Maria Doeni Isa di Kantor BP2W Sumbar, Selasa (15/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat, khususnya air bersih, pengelolaan sampah, serta pemulihan infrastruktur pascabencana.
Air Bersih hingga SPAM Gunung Pangilun Jadi Perhatian
Salah satu pembahasan utama adalah dukungan terhadap penyediaan dan peningkatan layanan air bersih bagi masyarakat Kota Padang.
Pemkot Padang mendorong agar berbagai kebutuhan pembangunan infrastruktur dasar dapat memperoleh dukungan pemerintah pusat sehingga proses pengerjaan dan pemulihannya dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Termasuk di dalamnya penguatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Gunung Pangilun, yang menjadi salah satu bagian penting dalam upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan air bersih.
Selain sektor air bersih, pengelolaan persampahan juga menjadi perhatian dalam audiensi tersebut. Penguatan sistem pengelolaan sampah diperlukan seiring pertumbuhan aktivitas masyarakat dan kebutuhan Kota Padang terhadap sistem persampahan yang semakin efektif dan berkelanjutan.
Pemulihan Pascabencana Harus Bergerak Cepat
Persoalan infrastruktur pascabencana juga menjadi agenda penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Pemerintah Kota Padang membutuhkan dukungan lintas sektor untuk mempercepat pemulihan berbagai infrastruktur yang terdampak bencana, termasuk pengembangan dan penguatan fasilitas persampahan seperti TPST/RDF.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dinilai menjadi kunci agar program pemulihan tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi dapat segera diwujudkan di lapangan.
Audiensi tersebut juga memperlihatkan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, balai teknis, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menentukan prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Dari Koordinasi Menuju Aksi Nyata
Fadly Amran menekankan pentingnya membangun komunikasi yang intensif dengan pemerintah pusat agar berbagai kebutuhan strategis Kota Padang dapat ditindaklanjuti secara konkret.
Pemulihan infrastruktur bukan hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga berkaitan erat dengan keberlanjutan pelayanan publik dan kualitas hidup masyarakat.
Dengan sinergi yang semakin kuat, Pemerintah Kota Padang berharap dukungan terhadap sektor air bersih, persampahan, dan infrastruktur pascabencana dapat terus ditingkatkan.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi bagian penting untuk mempercepat pemulihan infrastruktur sekaligus memperkuat pelayanan dasar bagi masyarakat Kota Padang,” demikian pesan utama yang mengemuka dalam audiensi tersebut.
Bagi Pemerintah Kota Padang, percepatan pembangunan infrastruktur merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan kota yang lebih tangguh, sehat, dan mampu memberikan pelayanan publik secara berkelanjutan. (*)







