TANAH DATAR, MMNEWS — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mendampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau proses normalisasi Batang Tompo Sitangkai di Jorong Taruko, sekaligus melihat lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (21/5/2026).
Peninjauan diawali di kawasan Batang Tompo Sitangkai yang terdampak banjir bandang pada 12 Mei 2026 lalu. Dalam kesempatan itu, Menteri PU menyampaikan bahwa bencana tersebut mengakibatkan kerusakan pada sejumlah jaringan irigasi, ruas jalan, serta penumpukan material di aliran sungai.
Menurut Dody, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah kini memfokuskan penanganan pada normalisasi sungai serta percepatan perbaikan jaringan irigasi guna mendukung aktivitas masyarakat, khususnya sektor pertanian.
Ia menegaskan, penanganan infrastruktur pascabencana harus dilakukan secara terpadu tanpa lagi membedakan kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota.
“Karena saat ini sudah memasuki musim tanam, maka irigasi menjadi prioritas utama. Kita ingin mendukung percepatan pemulihan pascabencana sekaligus menyukseskan program swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto,” ujar Dody.
Usai meninjau normalisasi sungai dan perbaikan irigasi, rombongan melanjutkan kunjungan ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam.
Menteri PU mengungkapkan, Sekolah Rakyat yang direncanakan berdiri di atas lahan seluas 16 hektare itu berpotensi menjadi yang terbesar di Sumbar dengan kapasitas hingga 3.000 siswa.
“Dalam perencanaannya, sekolah ini akan dilengkapi bangunan tiga lantai dan akses jalan menuju lokasi dengan lebar sekitar 5,5 meter,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, saat ini pemerintah tengah melakukan proses pematangan lahan, sementara pembangunan fisik akan segera dimulai setelah tahapan tersebut rampung.
Dody juga menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menyukseskan pembangunan Sekolah Rakyat.
“Program ini tidak bisa dikerjakan sendiri oleh kementerian, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi semua pihak agar pembangunan berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Sumbar dalam mendukung pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Mahyeldi, kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu memperluas akses pendidikan masyarakat sekaligus menjadi langkah strategis dalam menekan angka kemiskinan.
“Kita sangat mendukung program strategis ini. Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten harus merespons secara cepat dan maksimal agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Dengan peningkatan kualitas pendidikan, cita-cita Indonesia Emas 2045, insyaallah, dapat terwujud,” ujar Mahyeldi.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanah Datar telah menyiapkan lahan seluas 16 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Menurutnya, lahan tersebut merupakan hibah dari keluarga besar Doni Oskaria, COO Danantara.
Ia meyakini pembangunan proyek tersebut akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat, karena tenaga kerja yang diprioritaskan dalam proses pembangunan berasal dari putra daerah.
(adpsb/rmz/bud | MMNEWS – mimbar-minangnews.com)







