Today

Gala Dinner Delegasi Jeonbuk di Padang, Sumbar Buka Jalan Kolaborasi Budaya hingga Pendidikan

PADANG, MMNEWS — Hubungan antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Jeonbuk, Korea Selatan, terus diarahkan menuju kerja sama yang lebih luas. Pertukaran budaya tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan identitas daerah, tetapi juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi kolaborasi di bidang pariwisata, pendidikan, ekonomi kreatif, hingga pengembangan generasi muda.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Sumatera Barat, Ezeddin Zain, saat mewakili Gubernur Sumbar dalam gala dinner penyambutan delegasi Pemerintah Provinsi Jeonbuk di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, Jumat malam (18/9/2026).

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami menyampaikan selamat datang dan apresiasi kepada seluruh delegasi Provinsi Jeonbuk, Republik Korea, di Sumatera Barat, Ranah Minang,” ujar Ezeddin.

Budaya Jadi Jembatan Persahabatan

Ezeddin menilai kebudayaan memiliki posisi strategis di tengah dunia yang semakin terbuka dan saling terhubung. Menurutnya, pertukaran budaya bukan sekadar memperkenalkan tradisi, tetapi juga membuka ruang untuk membangun saling pengertian antarmasyarakat sekaligus mempererat hubungan antarwilayah.

“Promosi Budaya Asia 2026 yang mempertemukan budaya Jeonbuk dengan budaya Sumatera Barat merupakan momentum yang sangat baik untuk memperkenalkan kekayaan budaya masing-masing, sekaligus membangun ruang interaksi yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, Sumatera Barat memiliki kekayaan budaya yang tumbuh dari sejarah dan kehidupan masyarakat Minangkabau. Salah satu nilai yang menjadi landasan kehidupan sosial dan budaya masyarakat adalah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

Kekayaan tersebut tercermin dalam berbagai aspek, mulai dari seni, tradisi, kuliner, arsitektur, kerajinan hingga warisan budaya yang terus dijaga dan dikembangkan.

Di sisi lain, Jeonbuk juga memiliki kekayaan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas Korea Selatan.

“Pertemuan kedua budaya ini memberikan kesempatan kepada kita untuk saling mengenal, saling menghargai, dan menemukan berbagai potensi kerja sama yang dapat dikembangkan lebih lanjut,” ungkap Ezeddin.

Dari Budaya Menuju Kerja Sama Lebih Luas

Pemprov Sumbar berharap pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperluas hubungan dengan Jeonbuk. Kerja sama ke depan diharapkan mencakup pariwisata, pendidikan, ekonomi kreatif, pengembangan generasi muda, serta promosi potensi daerah.

Hubungan Sumatera Barat dan Jeonbuk sendiri telah dibangun sejak 2023. Pada 16 Februari 2023, kedua pemerintah daerah menandatangani Letter of Intent (LoI) pembentukan kerja sama Sister Province di Istana Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar.

Kerja sama tersebut kemudian diperkuat melalui penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MoU) pada 25 Oktober 2025 di Provinsi Jeonbuk, Korea Selatan.

Salah satu bentuk kerja sama yang telah berjalan adalah program Saemangeum Hangeul Hakdang Indonesia (SHHI) di SMKN 2 Padang.

Sejak 2023, program tersebut telah berlangsung dalam tiga periode dengan jumlah peserta lebih dari 300 orang, terdiri dari siswa, guru, mahasiswa, ASN hingga masyarakat umum.

Program SHHI tidak hanya memperkenalkan bahasa Korea, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan pengenalan budaya, seperti peringatan Hangeul Day, pembuatan kerajinan dan masakan Korea, hingga pertunjukan budaya pada penutupan kegiatan.

Program tersebut juga melahirkan Pojok Korea sebagai ruang pengenalan bahasa dan budaya Korea di Sumatera Barat.

Jeonbuk Apresiasi Sambutan Sumbar

Direktur Foreigner and International Policy Affairs Provinsi Jeonbuk, Korea Selatan, Mrs. Kim Munkang, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Ia menyebut pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk semakin mempererat hubungan antara Jeonbuk dan Sumatera Barat.

“Terima kasih banyak atas penyambutan yang sangat hangat untuk delegasi Jeonbuk. Suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu langsung dengan para pemimpin hebat Sumatera Barat di sini,” kata Kim Munkang.

Menurutnya, kerja sama yang dibangun sejak penandatanganan LoI pada 2023 telah melahirkan sejumlah kegiatan, termasuk kelas Bahasa Korea Padang Saemangeum serta keikutsertaan dalam Jeonbuk Fermented Food Expo.

“Malam ini bukan hanya sekadar sambutan. Ini adalah awal yang baru bagi kita untuk saling memahami budaya masing-masing dan membangun kerja sama yang lebih erat di masa depan,” ujarnya.

Kim Munkang berharap hubungan Jeonbuk dan Sumatera Barat terus berkembang dan memberikan manfaat di berbagai bidang.

“Kami berharap Jeonbuk dan Sumatera Barat dapat terus bekerja sama dan maju bersama di berbagai bidang seperti budaya, ekonomi, dan pendidikan,” katanya.

Saluang hingga Taekwondo Warnai Gala Dinner

Gala dinner tersebut juga menjadi panggung pertukaran budaya secara langsung antara Sumatera Barat dan Jeonbuk.

Para tamu disuguhi kesenian tradisional Minangkabau berupa saluang, sementara delegasi Jeonbuk menampilkan Taekwondo dan Pansori melalui pertunjukan Simcheongga.

Pertunjukan tersebut memperlihatkan bagaimana kekayaan budaya kedua daerah dapat menjadi ruang perjumpaan, sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat Sumatera Barat dan Jeonbuk.

Dari Ranah Minang untuk Jeonbuk, budaya menjadi jembatan persahabatan—dan dari persahabatan, terbuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

(Adpsb/Cen)

MMNEWS

Mimbar-MinangNews.com — Terdepan Mengabarkan Kebaikan