PADANG, MMNEWS — Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi terus memperkuat perannya bukan hanya sebagai pusat ibadah dan syiar Islam, tetapi juga sebagai destinasi religi yang menghadirkan berbagai inovasi, program unik, serta perhatian terhadap kelestarian lingkungan.
Hal tersebut dipaparkan Ketua Harian Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, H. Herius Nasir, saat menerima kunjungan Tim Penilaian Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026 untuk wilayah Sumatera Barat.
Dalam kesempatan tersebut, H. Herius Nasir mempresentasikan berbagai program dan inovasi pengelolaan masjid kepada tim penilai. Menurutnya, keberadaan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi tidak hanya diarahkan menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi ruang edukasi, sosial, budaya, serta destinasi wisata religi yang memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pengembangan program yang memiliki keunikan sekaligus mengedepankan konsep ramah lingkungan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengurus untuk menghadirkan tata kelola masjid yang modern tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam dan identitas budaya Minangkabau.
“Kami menyampaikan kepada tim penilai berbagai keunikan program yang telah dan terus dikembangkan di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, termasuk bagaimana pengelolaan masjid diarahkan agar ramah terhadap lingkungan serta memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat,” ujar H. Herius Nasir.
Kunjungan tim penilai menjadi momentum penting untuk memperkenalkan lebih jauh potensi Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi sebagai salah satu ikon wisata religi Sumatera Barat.
Selain memiliki arsitektur yang khas dan sarat filosofi Minangkabau, masjid tersebut diharapkan semakin kuat dalam memberikan pelayanan kepada jamaah dan wisatawan, termasuk melalui program-program inovatif yang dapat menjadi pembeda dibandingkan destinasi religi lainnya.
Tim Penilaian Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026 untuk wilayah Sumatera Barat dipimpin oleh Dr. Sunaryadi, MM. Tim melihat dan memperoleh pemaparan mengenai berbagai aspek pendukung dalam pengembangan ekosistem pariwisata ramah Muslim, termasuk inovasi serta program yang dijalankan pengelola masjid.
H. Herius Nasir berharap penilaian tersebut dapat menjadi dorongan bagi pengurus untuk terus melakukan pembenahan dan melahirkan terobosan baru.
Lebih dari sekadar mengejar hasil penilaian, menurutnya yang terpenting adalah bagaimana Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi semakin nyaman dikunjungi, memberikan pelayanan terbaik, serta mampu memperkenalkan nilai-nilai Islam dan budaya Minangkabau kepada wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara.
MMNEWS — Mimbar Minang News
Dari Ranah Minang untuk Indonesia







