Oleh Labai Korok
Ketegasan Wali Kota Fadly Amran teruji, dengan tegas, serta resmi melantik Raju Minropa sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang tampa mempedulikan status Sekda lama orang dekat Hendri Septa.
Pelantikan ini dilakukan langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, Rabu (21/1/2026). Sehingga saat ini terjadi perdebatan, dan sekaligus membuka ruang tafsir terkait dinamika birokrasi dan nasib Sekda definitif Andree Harmadi Algamar yang saat ini menjalani cuti besar.
Dengan melihat proses pergantian Sekda Kota Padang tersebut. Penulis melihat sangat muda sekali oleh Walikota Padang, Fadly mengganti Dirut PDAM Kota Padang yang telah dianggap gagal menyediakan air bersih warga paska bencana oleh Anggota Dewan Kota Padang dan publik Sumbar.
Sosok figur Fadly Amran yang tidak punya kepentingan balas Budi saat kampanye secara politik, Penulis yakini dalam waktu dekat, satu bulan ini Dirut PDAM Kota Padang itu akan diganti atau mundurkan diri.
Apalagi pergantian Dirut PDAM Kota Padang ini sudah ada dorongan kuat dari Fraksi Gerindra, ini sudah semakin kuat posisi pergantian Dirut PDAM Kota Padang tersebut.
Media mainstream yang Penulis baca menjelaskan bahwa Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang akan mengajukan hak interpelasi terhadap Walikota Padang, andaikan tidak mengantuk Dirut PDAM Kota Padang tersebut.
Alasan maka di ajukan hak interpelasi ini adalah menegaskan sikap Fraksi Gerindra, melihat, parahnya krisis air bersih yang dialami warga Kota Padang semenjak bencana banjir bandang pada akhir November 2025 hingga kini belum tertangani tuntas. Menurut dia, kondisi tersebut telah berlangsung terlalu lama dan melampaui batas toleransi masyarakat.
Kata Ketua Fraksi Gerindra Rakyat, “warga Padang sudah kesulitan memenuhi kebutuhan paling dasar. Air tidak mengalir, warga tidak bisa mandi, tidak bisa beraktivitas normal. Ini kegagalan pelayanan publik yang serius,” (Wahyu), Jumat (23/1/2026).
Penulis berpendapat dengan dorongan partai penguasa nasional ini untuk mengganti Dirut PDAM Padang, akan makin cepat tergantikan nya.
Namun pertanyaan apakah Dirut PDAM Kota Padang itu, di iklaskan oleh Ketua DPRD Kota Padang untuk diganti?, karena Dirut PDAM Kota Padang itu merupakan produk yang lahir dari kepemimpinan PKS di Kota Padang, yang nota bene Walikota Padang berkuasa pada waktu itu adalah senior Muharlion.






