Oleh Labai Korok
Meme atau “cimeeh” bertulisan “Pemerintah/Pejabat merayakan kemerdekaan dengan anggaran negara, rakyat merayakan kemerdekaan dari Iyuran masyarakat, apakah ini adil?.
Semua ruang rakyat atau status media sosial (Facebook, tik tok, Instagram, YouTube, lainnnya) viral bertulisan seperti itu, sampai hari masih ada bermunculan.
Menurut Penulis Ini perlu jadi pelajaran dan hikmah bagi Wakil Rakyat, pejabat pemerintah dan semua yang hari ini berkuasa, rakyat jangan dibiarkan jalan sendirian dalam ketidak pastian kemerdekaan ini.
Tentu Pemerintah sudah bisa membaca fenomena status, situasi seperti dijelaskan diatas, kedepan peringatan kemeriahan HUT RI ini seharusnya semua pembiayaan dibuat sama, jangan hanya pejabat yang menikmati meriahnya pesta kemerdekaan tersebut melalui anggaran negara. Sedangkan rakyat dibiarkan susah dengan patungan, beriyur, saling menyumbang untuk memeriahkan kemerdekaan HUT RI ke 80 ini.
Perlu dipahami bersama bahwa HUT RI ke 80 ini memiliki makna yang besar bagi bangsa Indonesia, dimana kegelisahan rakyat sudah mulai nampak di berapa kasus rakyat bergejolak mencari keadilan seperti di Kabupaten Pati.
Momen HUT RI ke 80 ini jika dilihat dalam ajaran Agama Islam, dalam kitab Al Qur’an disana terserap makna surat “Abasa”. Surat yang diturunkan pada Nabi sebagai teguran karena bermuka masam kepada orang tidak beruntung (Buta).
Surat ke-80 dalam Al-Quran adalah Surat Abasa. Surat ini terdiri dari 42 ayat dan termasuk golongan surat-surat Makkiyah. Surat yang Allah SWT menyuruh pemimpin berpihak kepada orang lemah atau kepada orang yang tidak beruntung.
Surat ini dinamakan Abasa karena dimulai dengan kata “Abasa” yang berarti “bermuka masam”, menurut/baca Wiki Syiah dan detikNews yang Penulis kutip. Surat ini mengisahkan atau menceritakan tentang teguran Allah kepada Nabi Muhammad SAW karena sikapnya yang kurang berkenan terhadap Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta, saat ia datang untuk meminta petunjuk.
Seandainya Penulis mengaitkan surat Abasa, surat 80 ini dengan HUT RI ke 80, sangatlah singkron, dimana pemerintah/wakil rakyat yang hari ini diammanahkan dalam hasil pemilu tidak mempedulikan rakyat miskin, tak ada keberpihakan pada rakyat lemah, masyarakat dibiarkan miskin secara sistemik, maka NKRI ini bisa bubar,
Seperti surat Abasa 80 tersebut dimana, Nabi Muhammad SAW ditegur oleh Allah SWT hanya bermuka masam, apalagi pemimpin, pemerintah, pejabat dan wakil rakyat membiarkan rakyat menderita atau dizolimi.








