Oleh Labai Korok
Keutamaan Ramadhan diantaranya sabar, ada Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Muslim dari Hadits Abu Qotadah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ;
“Puasa bulan kesabaran dan puasa tiga hari di setiap bulan adalah puasa sepanjang tahun”.
Puasa Ramadhan adalah anugerah yang besar ketika seorang hamba sabar yang diberkahi, karena ummat akan memetik sekian banyak faedah yang besar jika ummat benar-benar memanfaatkan bulan yang agung ini untuk beribadah kepada Allah dengan sebaik-baiknya.
Diantara faedah yang besar itu adalah diraihnya amalan kesabaran, baik dalam melakukan ketaatan kepada Allah, menjauhi kemaksiatan maupun didalam menghadapi taqdir Allah yang terasa berat dirasa oleh seorang hamba.
Saat ini kesabaran itu sudah dihadapkan ketika ummat mengikuti keputusan Pemerintah bahwa tanggal 1 Maret 2025 dimulai menjalankan ibadah puasa pertama.
Sabar juga perlu dihadapi pada keadaan. Kita semua karena dari data Penulis masih ada ummat Islam di ranah Minang ini yang belum menjalani ibadah puasa karena mereka akan menilik bulan dihari Sabtu, tanggal 1 Maret 2025 ini, namun perbedaan tersebut Kita hadapi dengan suasana sabar.
Sesungguhnya kesabaran adalah asas yang terbesar bagi setiap akhlak yang indah dan bagi upaya menghindari akhlak yang hina. Dan sabar itu adalah menahan diri dari perkara yang tidak disukai oleh hawa nafsu dan menyelisihi seleranya, dalam rangka meraih ridho Allah dan pahalanya dibulan yang suci ini.
Sesungguhnya bulan Ramadhan adalah sarana pendidikan (tarbiyah) yang agung dan bangunan (keimanan) yang tinggi, yang para hamba selalu bisa mengambil darinya banyak ibroh dan pelajaran bermanfaat yang mendidik jiwa dan meluruskannya pada bulan Ramadhan ini dan di sisa umurnya.
Dan salah satu (pelajaran besar) yang diambil oleh orang-orang yang berpuasa di bulan yang suci ini dan musim yang diberkahi ini adalah membiasakan diri dan membawanya kepada kesabaran.
Maka oleh karena itu , terdapat dalam beberapa Hadits , (bahwa) Nabi yang sangat penyayang –shallallahu ‘alaihi wa sallam- mensifati bulan Ramadhan dengan “bulan kesabaran”.
Kapanpun seorang hamba melatih diri untuk sabar dan mempersiapkan diri untuk tahan di dalam merasakan berat dan sulitnya kehidupan ini dengan bersungguh-sungguh dan berjuang untuk menyempurnakan sikap-sikap tersebut , maka akibatnya adalah keberuntungan dan kesuksesan.
Dan tidaklah seseorang bersungguh-sungguh dalam mencari sesuatu dan diiringi dengan kesabaran melainkan ia akan membawa kemenangan, namun orang yang bersungguh-sungguh seperti ini jumlahnya sedikit.
Harapan tentu dengan kesabaran yang dilatih, maka seluruh ummat Islam Indonesia bisa memahami setia kasus apapun yang muncul dipublik Indonesia saat ini. Salah satunya kesabaran ummat Islam Indonesia itubsudah ditipu oleh oknum-oknum di Pertamina dengan menjadikan Pertalex dioplos menjadi Pertamax.
Walaupun kasus korupsi ini terbesar dalam sejarah Indonesia, Kita tetap sabar meresponnya, namun tetap berdoa agar yang korupsi tersebut cepat diadili dengan hukum mati.








