Today

Realisasi Anggaran Pemprov Sumatera Barat Rendah, Gubernur Baru Evaluasi Total

Oleh Labai Korok

Penulis sayangkan serapan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumatera Barat Rendah, sehingga dana pemerintah yang seharusnya bisa menopang perekonomian rakyat tidak terjadi.

Sedangkan Penulis ingat masih ada jejak digitalnya portal berita lainnya, disaat Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi bakal cuti untuk berkampanye pada Pilgub Sumbar 2024 Pelaksana Tugas akan bekerja kerasa untuk mendorong terialisasinya anggara selama cuti,

Saat itu pelaksana tugas Gubernur Sumbar bakal dijabat oleh wakil gubernur Audy Joinaldy mulai 25 September hingga 23 November 2024. PLT Gubernur, Audy Joinaldy mengatakan akan melanjutkan visi-misi Mahyeldi dan dirinya yang sudah diterapkan di penghujung tahun saat menjadi Plt Gubernur. Karena nantinya setelah Mahyeldi kembali dia bisa menekan Silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran).

Dalam pernyataannya PLT, Kita melanjutkan visi-misi yang sudah diterapkan di penghujung tahun, tentunya mengejar pekerjaan yang harus dilakukan. Supaya nanti di penghujung tahun, ketika pak gubernur kembali bertugas. Kita menekan serendah mungkin Silpa yang mungkin terjadi dalam pemanfaatan anggaran,” kata Audy Joinaldy saat ditemui detikSumut di Auditorium Gubernur, Selasa (24/9/2024).

Ternyata akhir tahun ini kejadianta adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar, Medi Iswandi mengatakan, hingga saat ini terdapat lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumbar dengan realisasi keuangan terendah di tahun 2024.

Di urutan pertama terang Medi, ada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), disusul Diskominfotik, BPKAD, RO PEMOTDA dan Dinas ESDM.

“Urutan pertama DLH dengan persentase 66,61 persen, Diskominfotik 73,47 persen, BPKAD (PPKD) 74,5 persen, RO PEMOTDA 74,92 persen dan Dinas ESDM 76,56 persen,” ujar Medi.

Penulis menyayagkan Silva Sumbar terlalu besar, ini nampak sekali OPD tidak bisa bekerja dan tidak mampu melaksanakan tugas disaat Mahyeldi cuti ikut ikut kampanye bersama Vasko yang jadi calon wakilnya.

Penulis meminta kepada Gubernur Sumatera Barat yang baru nanti yaitu Buya Mahyeldi-Vasko mengevaluasi semua Kepala Dinasnya, dimintak dilakukan evaluasi tuntas sehingga kedepan visi-misi serta program unggan Mahyeldi-Vasko bisa direalisasikan secara cepat.

Sehingga dengan Gubernur Sumatera Barat yang baru Mahyeldi-Vasko tidak ditemukan lagi ada OPD yang tidak mampu melaksanakan tugasnya untuk kesejahteraan rakyat Sumbar