Padang — 10/04/26, Mimbar-minangnews.com melaporkan, PT Hutama Karya (Persero) mulai mempersiapkan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebagai bagian dari kelanjutan pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi di Sumatera Barat.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam mendukung proyek strategis nasional (PSN) yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Barat.
Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah menyiapkan sejumlah tahapan penting, mulai dari studi kelayakan, penyusunan AMDAL, hingga proses pembebasan lahan.
“Kami mulai menyiapkan studi kelayakan, AMDAL, hingga proses pembebasan lahan,” ujarnya di Padang, Jumat.
Ia menegaskan bahwa dokumen AMDAL merupakan syarat utama sebelum proyek dapat dilaksanakan, karena mencakup kajian dampak terhadap lingkungan sekitar serta upaya mitigasi yang harus dilakukan.
Menurutnya, percepatan pembangunan menjadi hal yang krusial agar manfaat proyek dapat segera dirasakan masyarakat. Penundaan proyek berpotensi meningkatkan biaya serta menghambat dampak positif bagi perekonomian daerah.
“Percepatan sangat penting agar manfaat proyek segera dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Untuk itu, seluruh pihak terkait, khususnya para pemangku kepentingan, diminta untuk menetapkan penanggung jawab yang jelas serta menyusun jadwal kerja yang terukur agar proyek dapat berjalan sesuai target.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Muhibuddin, menekankan bahwa pelaksanaan proyek harus mengedepankan prinsip tepat sasaran, tepat anggaran, tepat waktu, serta tepat kualitas.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas seluruh pihak yang terlibat agar pembangunan berjalan transparan dan akuntabel. (***)








