
MMNews, Padang Pariaman — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan. Pada Kamis, 8 Januari 2026, MDMC secara langsung membangun sekolah darurat SDN 05 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, sebagai respons cepat terhadap kondisi sekolah yang terdampak bencana.
Sejak pagi hari, tim relawan MDMC sudah berada di lokasi untuk mempersiapkan pembangunan. Dengan semangat gotong royong, relawan mendirikan bangunan sekolah darurat agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan tanpa harus menunggu pembangunan permanen selesai. Sekolah darurat ini dirancang agar aman, nyaman, dan layak digunakan oleh siswa serta tenaga pendidik.
Pembangunan sekolah darurat tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana, khususnya di sektor pendidikan. MDMC menilai keberlangsungan pendidikan anak-anak tidak boleh terhenti meski dalam kondisi darurat. Anak-anak tetap berhak mendapatkan ruang belajar yang aman agar semangat dan masa depan mereka tidak terhambat.
Kepala sekolah SDN 05 Batang Anai menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas gerak cepat MDMC. Menurutnya, kehadiran sekolah darurat sangat membantu siswa dan guru yang sebelumnya kesulitan melaksanakan kegiatan belajar mengajar akibat kerusakan fasilitas sekolah.
Masyarakat setempat juga menyambut baik langkah MDMC. Mereka berharap pembangunan sekolah darurat ini dapat menjadi solusi sementara yang efektif hingga pembangunan gedung sekolah permanen dapat direalisasikan oleh pihak terkait.
MDMC menegaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari prinsip kerja organisasi yang mengedepankan tindakan nyata di lapangan. Tidak hanya fokus pada tanggap darurat, MDMC juga berkomitmen mendukung pemulihan jangka menengah dan panjang, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan.
Dengan slogan “Tidak omon-omon”, MDMC kembali membuktikan bahwa kehadirannya di lokasi bencana selalu diiringi dengan kerja nyata. Aksi pembangunan sekolah darurat SDN 05 Batang Anai ini diharapkan mampu mengembalikan aktivitas belajar mengajar serta menumbuhkan kembali harapan bagi anak-anak dan masyarakat terdampak.




