
MMNews, Padang — Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Komitmen tersebut diwujudkan melalui diskusi strategis perencanaan kegiatan Restorasi Kawasan Hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) yang digelar pada Selasa, 6 Januari 2026, bertempat di Sekretariat Yayasan AFTA, Kota Padang.
Diskusi ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Ferdinal Admin, S.TP., M.P., yang didampingi oleh Kepala Bidang PPMHA, Kepala UPTD KPHL Bukit Barisan, serta jajaran tim teknis Dinas Kehutanan. Kehadiran pimpinan dan unsur teknis tersebut menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam merancang program restorasi hutan yang terencana, terukur, dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, Dinas Kehutanan Sumbar melibatkan mitra strategis dari kalangan akademisi dan penggiat lingkungan. Sejumlah organisasi yang turut berpartisipasi antara lain Yayasan AFTA (Alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas), KOMMA (Kelompok Mahasiswa Mencintai Alam) Fakultas Pertanian Unand, serta berbagai kelompok Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) lainnya. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memperkuat basis keilmuan, partisipasi publik, dan semangat kerelawanan dalam upaya pemulihan ekosistem hutan.
Fokus utama diskusi adalah menyusun langkah-langkah konkret untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan hulu DAS. Kawasan ini memiliki peran vital dalam menjaga ketersediaan sumber daya air, mengendalikan erosi, serta mencegah potensi bencana alam seperti banjir dan longsor. Oleh karena itu, perencanaan restorasi dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan kondisi biofisik, sosial, dan ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan.
Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Ferdinal Admin, menegaskan bahwa keberhasilan restorasi hutan tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat, dan generasi muda. “Mahasiswa dan komunitas pecinta alam memiliki energi, idealisme, serta kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Ini menjadi modal sosial yang sangat penting dalam menjaga keberlanjutan hutan kita,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan kegiatan restorasi kawasan hulu DAS di Sumatera Barat dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Sinergi antara kebijakan pemerintah dan semangat muda mahasiswa diyakini mampu menjadi motor penggerak keberhasilan restorasi hutan, demi menjaga kelestarian lingkungan dan masa depan generasi mendatang.




