
MMNews, Solok — Tim Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab Rekon) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat melakukan verifikasi dan pendataan lahan serta bangunan untuk relokasi dan pembangunan kembali Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) pendidikan yang terdampak bencana di Saniang Baka, Kabupaten Solok, Selasa (6/1/2026).
Kegiatan ini difokuskan pada sekolah MTsM dan MAM Saniang Baka yang mengalami kerusakan cukup parah sehingga tidak dapat digunakan untuk proses belajar mengajar. Verifikasi lapangan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Tim Rehab Rekon Bidang Penyiapan Lahan dan Verifikasi Bangunan AUM, Romy, bersama Koordinator Bidang Penyiapan Lahan, Ilham.
Romy menjelaskan, agenda utama turun ke lapangan adalah memastikan kembali kondisi bangunan sekolah yang rusak serta meninjau lokasi relokasi yang telah disiapkan. Hal ini dilakukan agar proses perencanaan pembangunan dapat segera ditindaklanjuti secara tepat dan terukur.
“Turun langsung ke lapangan ini penting untuk memastikan bangunan mana yang memang sudah tidak bisa ditempati dan harus direlokasi, serta bangunan mana yang masih bisa diperbaiki,” ujar Romy.
Ia menambahkan, lahan relokasi untuk pembangunan gedung sekolah telah diperoleh melalui wakaf dari salah seorang warga Saniang Baka. Namun, proses serah terima lahan tersebut masih menunggu kedatangan pihak keluarga pemberi wakaf yang saat ini berada di perantauan.
“Untuk lahan relokasi sebenarnya sudah ada, lokasinya juga tidak terlalu jauh dari Gedung 1 MTsM Saniang Baka. Namun, proses administrasi dan serah terima masih menunggu kehadiran keluarga wakif,” jelasnya.
Meski demikian, Romy menegaskan bahwa relokasi dan pembangunan sekolah bersifat sangat mendesak. Ia memastikan hasil verifikasi lapangan ini akan segera dikoordinasikan dengan Ketua Tim Rehab Rekon dan bidang terkait agar langkah tindak lanjut dapat dilakukan secepatnya.
“Ini kebutuhan mendesak agar para siswa bisa kembali belajar dengan layak. Setelah ini, hasil pendataan akan langsung kami bawa ke rapat koordinasi untuk percepatan pembangunan,” kata Romy yang juga Ketua Majelis Pemberdayaan Wakaf PWM Sumbar.
Sementara itu, Kepala Sekolah MTsM Saniang Baka, Reginal Maukar, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Tim Rehab Rekon PWM Sumbar yang turun langsung ke lokasi.
“Kami sangat bersyukur dan senang atas kedatangan tim yang telah memastikan langsung kondisi sekolah dan lokasi relokasi. Kami berharap proses ini bisa segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Reginal juga menjelaskan bahwa kendala utama saat ini masih berkaitan dengan proses serah terima tanah wakaf yang menunggu kedatangan keluarga pemberi wakaf dari perantauan. Ia berharap proses tersebut dapat segera selesai dalam waktu dekat.
Selain persoalan pembangunan fisik, Reginal menambahkan bahwa madrasah juga menghadapi tantangan operasional pascabencana. Menurutnya, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) belum mencukupi kebutuhan, sehingga untuk sementara operasional sekolah dibantu oleh ikatan alumni.
Menutup kegiatan tersebut, Romy menyampaikan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah ruang kelas sementara dan aula untuk kegiatan siswa. Lokasi relokasi yang direncanakan berjarak sekitar 300 meter dari Gedung 1 MTsM. Selain gedung sekolah, nantinya juga akan dibangun musala sesuai dengan amanah dari pihak yang mewakafkan lahan.
“Selain ruang belajar, juga akan dibangun musala, karena itu menjadi salah satu permintaan dari wakif. Semoga seluruh proses ini bisa berjalan lancar dan cepat,” pungkasnya.






