Today

ANTHROPOCENTRIC, FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN LINGKUNGAN DAN SOLUSI PELESTARIAN LINGKUNGAN.

 

Oleh : Advokat Ki Jal Atri Tanjung Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat.

 

A. ANTHROPOCENTRIC (HOMOCENTRIC).

 

Tata nilai Anthropocentric atau Homocentric adalah pandangan yang menempatkan manusia sebagai pusat dari segala sesuatu dan menilai lingkungan hanya sebagai sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan manusia.

 

. Anthropocentric adalah pandangan yang menganggap manusia sebagai entitas yang paling penting dan berkuasa atas lingkungan.

 

. Homocentric adalah istilah yang sering digunakan secara sinonim dengan Anthropocentric, namun lebih menekankan pada aspek manusia sebagai individu.

 

Dalam konteks ini, tata nilai anthropocentric atau homocentric dapat menyebabkan manusia untuk :

 

. Menilai lingkungan sebagai sumber daya yang dapat dieksploitasi untuk memenuhi kebutuhan manusia.

 

. Menganggap lingkungan sebagai entitas yang tidak memiliki nilai intrinsik, tetapi hanya memiliki nilai utilitarian (nilai guna).

 

. Memprioritaskan kebutuhan manusia di atas kebutuhan lingkungan.

 

Contohnya :

 

. Deforestasi untuk kepentingan pertanian atau pemukiman.

 

. Polusi lingkungan untuk meningkatkan produksi industri.

 

. Eksploitasi sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan energi.

 

. Keuntungan ekonomi, motif ekonomi dapat menyebabkan manusia untuk mengeksplorasi sumber daya alam untuk keuntungan pribadi atau ekonomi.

 

. Penciptaan lapangan kerja, motif ekonomi juga dapat menyebabkan manusia untuk mengembangkan industri yang dapat menciptakan lapangan kerja, namun dapat berdampak negatif pada lingkungan.

 

. Peningkatan produksi, motif ekonomi dapat menyebabkan manusia untuk meningkatkan produksi, namun dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan penggunaan sumber daya alam yang tidak seimbang.

 

Solusi dalam menghadapi tata nilai anthropocentric atau homocentric :

 

. Mengintegrasikan nilai lingkungan dalam bijakan ekonomi dan sosial.

 

. Meningkatkan kesadaran lingkungan dan nilai-nilai yang lebih holistik.

 

. Mengembangkan ekonomi hijau dan keberlanjutan.

 

B. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA MASALAH LINGKUNGAN.

 

1. Pertumbuhan Penduduk. Pertumbuhan penduduk yang cepat dapat menyebabkan peningkatan kebutuhan akan sumber daya alam, seperti air, tanah dan energi.

 

2. Industrialisasi : Proses industrialisasi dapat menyebabkan polusi udara, air, tanah, dan kerusakan lingkungan.

 

3. Penggunaan Sumber Daya Alam yang Tidak Seimbang. Penggunaan sumber daya alam yang tidak seimbang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, seperti deforestasi, erosi tanah dan kekurangan air.

 

4. Perubahan Iklim. Perubahan iklim dapat menyebabkan peningkatan suhu global, perubahan pola cuaca dan peningkatan permukaan laut.

 

5. Polusi. Polusi udara, air dan tanah dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan kesehatan manusia.

 

6. Kebakaran Hutan. Kebakaran hutan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, kehilangan biodiversitas dan polusi udara.

 

7. Penggunaan Pestisida dan Bahan Kimia. Penggunaan pestisida dan bahan kimia dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan kesehatan manusia.

 

8. Pengelolaan Sampah yang Tidak Tepat.

Pengelolaan sampah yang tidak tepat dapat menyebabkan polusi lingkungan dan kesehatan manusia.

 

9. Urbanisasi.

Urbanisasi dapat menyebabkan peningkatan kebutuhan akan sumber daya alam, polusi dan kerusakan lingkungan.

 

10. Kurangnya Kesadaran Lingkungan.

Kurangnya kesadaran lingkungan dapat menyebabkan perilaku yang tidak ramah lingkungan dan kerusakan lingkungan.

 

C. SOLUSI MENGHADAPI PERMASALAHAN LINGKUNGAN.

 

. Meningkatkan kesadaran lingkungan.

 

. Mengimplementasikan kebijakan lingkungan yang efektif.

 

. Menggunakan sumber daya alam secara seimbang.

 

. Mengurangi polusi.

 

. Meningkatkan pengelolaan sampah.

 

. Mengembangkan energi terbarukan.

 

D. PENUTUP.

 

Semoga permasalahan pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan dapat diwujudkan dengan sebaik-baiknya, sehingga kerusakan lingkungan dengan faktor-faktor penyebabnya dapat diatasi dengan baik sekaligus diintegrasikan dengan upaya solusinya. Aamiin yaa rabbal’alamiin.

Salam

Advokat Ki Jal Atri Tanjung