
Kabupaten Solok — Di tengah keterbatasan pasca bencana galodo dan banjir bandang yang melanda Nagari Muaro Pingai, secercah harapan hadir bagi anak-anak sekolah melalui program kemanusiaan bertajuk “Satu Pasang Sepatu, Sejuta Harapan”. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian terhadap masa depan generasi muda yang terdampak langsung oleh bencana alam.
Program ini digagas oleh MDMC Sumatera Barat bekerja sama dengan ICRP serta didukung berbagai pihak relawan dan donatur. Kegiatan tersebut menyasar anak-anak usia sekolah dasar hingga menengah yang kehilangan perlengkapan sekolah, khususnya sepatu, akibat terjangan banjir bandang yang menghanyutkan banyak barang milik warga.
Dalam tayangan kegiatan terlihat kondisi jalan menuju sekolah yang masih berlumpur dan berbatu. Anak-anak terpaksa berjalan dengan sandal tipis, bahkan sebagian tanpa alas kaki yang layak. Kondisi ini tidak hanya membahayakan kesehatan, tetapi juga mengganggu kenyamanan dan semangat mereka untuk terus bersekolah.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung kepada para siswa dengan didampingi orang tua, guru, serta tokoh masyarakat setempat. Selain pembagian sepatu sekolah, relawan juga memberikan penguatan moral dan motivasi kepada anak-anak agar tetap semangat menuntut ilmu meski berada dalam situasi sulit.
Perwakilan relawan menyampaikan bahwa sepatu bukan sekadar alas kaki, melainkan jembatan menuju masa depan. “Dengan sepatu ini, kami berharap anak-anak bisa kembali melangkah dengan aman, percaya diri, dan terus bersekolah tanpa rasa minder,” ujarnya.
Salah seorang orang tua murid mengungkapkan rasa haru dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, kondisi ekonomi warga pasca bencana masih sangat terbatas sehingga bantuan tersebut sangat berarti bagi keberlangsungan pendidikan anak-anak mereka.
Program Satu Pasang Sepatu, Sejuta Harapan menjadi bukti bahwa kepedulian kecil dapat memberikan dampak besar. Melalui kolaborasi dan gotong royong, harapan untuk masa depan anak-anak Nagari Muaro Pingai tetap menyala, meski bencana telah meninggalkan luka mendalam.
Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut hadir membantu pemulihan kehidupan masyarakat, khususnya dalam mendukung pendidikan anak-anak sebagai investasi masa depan bangsa.






