Oleh : Advokat Ki Jal Atri Tanjung Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Sumatera Barat.
LAHIRNYA MUHAMMADIYAH DI PADANG PANJANG.
Mimbar-minangnews.com – Sungai Batang Maninjau Kabupaten Agam secara de facto pada tahun 1925 berdiri pertama kali Muhammadiyah di Minangkabau dan kemudian pada bulan Juni 1926 berdiri pula Muhammadiyah di Padang Panjang. Berdirinya Muhammdiyah di Padang Panjang merupakan pilar dan syiar dalam sejarah Muhammadiyah di Minangkabau Sumatera Barat. Kehadiran Muhammadiyah di Padang Panjang sangat penting dan strategis yang membawa perubahan besar dan dinamika perjuangan dibidang pendidikan, sosial dan keagamaan.
Muhammadiyah didirikan di Padang Panjang, Sumatera Barat, pada bulan Juni 1926 oleh KH Ahmad Dahlan. Pada saat itu, KH Ahmad Dahlan sedang berkunjung ke Padang Panjang untuk menyebarkan ajaran Islam dan memperkenalkan Muhammadiyah kepada masyarakat setempat.
Berdirinya Muhammadiyah di Padang Panjang merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah Muhammadiyah di Sumatera Barat. Pada saat itu, Muhammadiyah di Padang Panjang dipimpin oleh KH Sulaiman ar-Rasuli, seorang ulama yang sangat dihormati di daerah tersebut.
Kehadiran Muhammadiyah di Padang Panjang membawa perubahan besar dalam bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan di daerah tersebut. Muhammadiyah membuka sekolah-sekolah, rumah sakit, dan lembaga-lembaga sosial lainnya, yang membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
Berdirinya Muhammadiyah di Padang Panjang juga menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Sumatera Barat, yang kemudian diikuti oleh berdirinya cabang-cabang Muhammadiyah di daerah lainnya.
PERANAN BUYA HAMKA DI KAUMAN MUHAMMADIYAH PADANG PANJANG
Buya Hamka memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah Muhammadiyah Kauman Padang Panjang. Beliau merupakan salah satu pendiri dan menjadi kepala sekolah pertama di Tabligh School, yang kemudian menjadi Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang pada tahun 1928.
Buya Hamka juga berperan dalam mengembangkan pendidikan Islam di Padang Panjang dan sekitarnya. Beliau membawa visi pendidikan yang progresif dan mengajarkan nilai-nilai luhur serta pemikiran kritis kepada santri-santri di pesantren tersebut.
Selain itu, Buya Hamka juga aktif dalam organisasi Muhammadiyah dan berperan dalam menyebarkan ajaran Islam yang moderat dan toleran di Sumatera Barat. Beliau juga menulis banyak karya yang membahas tentang Islam, pendidikan, dan sosial, yang masih relevan hingga saat ini.
Dengan demikian, peran Buya Hamka di Muhammadiyah Kauman Padang Panjang sangat signifikan dalam mengembangkan pendidikan Islam dan mencetak generasi muslim yang berkualitas dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa ¹ ² ³.

