MMNEWS – mimbar-minangnews.com
PASAMAN, MMNEWS — Satu tahun perjalanan Program Unggulan (Progul) “Pasaman Bangkit” menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Pasaman untuk memperkuat arah pembangunan daerah yang lebih terukur, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Momentum evaluasi tersebut ditandai dengan konferensi pers capaian satu tahun pemerintahan Bupati Pasaman Welly Suhery dan Wakil Bupati H. Parulian, yang digelar di Ruang Balerong Pusako Anak Nagari, Rumah Dinas Bupati Pasaman, Senin (25/5/2026).
Kegiatan itu turut dihadiri jajaran Forkopimda, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Pasaman, awak media, tokoh masyarakat, akademisi, dan unsur masyarakat.
Bupati Pasaman Welly Suhery menegaskan, “Pasaman Bangkit” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen kerja nyata yang harus terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Pasaman Bangkit bukan sekadar slogan, tetapi kerja nyata. Setiap rupiah anggaran yang digunakan harus berdampak bagi kesejahteraan warga. Saya minta seluruh kepala OPD bekerja serius, terukur, inovatif, dan bertanggung jawab demi menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Welly.
Menurut Welly, pembangunan daerah tidak boleh berhenti pada slogan, seremoni, maupun rutinitas birokrasi tahunan. Seluruh program harus menghadirkan manfaat konkret yang dirasakan masyarakat.
10 Program Unggulan Terealisasi 100 Persen
Pemerintah Kabupaten Pasaman mencatat, hingga 30 April 2026, sebanyak 10 program unggulan kepala daerah telah terlaksana 100 persen dengan realisasi anggaran mencapai Rp258 miliar.
Program tersebut meliputi:
- Berobat gratis dan ambulans gratis
- Bantuan pendidikan
- Seragam sekolah gratis
- Rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH)
- Pemutakhiran data Program Keluarga Harapan (PKH)
- Bajak gratis dan pengawalan kuota pupuk
- Penciptaan 1.000 lapangan kerja
- Pusat Kreativitas Anak Nagari
- Gerakan Nagari Bangkit
- Nagari Tangguh Bencana
Menurut Welly, program-program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan mendasar masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi kerakyatan, hingga penguatan ketahanan sosial dan kebencanaan.
Indikator Makro Menunjukkan Tren Positif
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasaman, Nita Andriani, menyebut berbagai indikator pembangunan daerah menunjukkan tren positif selama satu tahun terakhir.
“Kami melihat capaian pembangunan Kabupaten Pasaman selama satu tahun terakhir menunjukkan arah yang positif dan memberikan optimisme bagi masyarakat,” ujar Nita.
Berdasarkan data BPS:
- Tingkat kemiskinan turun menjadi 6,02 persen
- Koefisien Gini menurun menjadi 0,207
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 70,61 menjadi 71,57
- Prevalensi stunting menurun
- Indeks kepuasan pelayanan publik meningkat dari 83 menjadi 87
Menurut Nita, capaian tersebut menunjukkan kebijakan pembangunan Kabupaten Pasaman telah berada pada jalur yang tepat (on the track).
Ia juga mengapresiasi komitmen Pemkab Pasaman dalam menjadikan data sebagai dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan melalui penguatan Sistem Satu Data Indonesia (SDI).
Tantangan Fiskal dan Pemulihan Pascabencana
Meski berbagai indikator menunjukkan perkembangan positif, Welly mengakui tantangan pembangunan ke depan masih cukup berat.
Beberapa isu strategis yang menjadi perhatian pemerintah daerah antara lain:
- Pengawasan distribusi pupuk
- Penguatan sektor pertanian
- Percepatan pemulihan pascabencana
- Penurunan Transfer ke Daerah (TKD)
- Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD)
“Kita akan melakukan efisiensi terhadap belanja non-prioritas serta mengoptimalkan PAD agar program-program strategis tetap berjalan,” katanya.
Menurutnya, percepatan pemulihan pascabencana sangat penting agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat segera kembali normal.
Evaluasi Berbasis Data, Bukan Sekadar Seremoni
Welly menegaskan, ke depan evaluasi pembangunan tidak hanya berfokus pada kegiatan administratif, tetapi berbasis indikator capaian yang jelas dan terukur.
Evaluasi akan mencakup:
- Kemiskinan
- Ketenagakerjaan
- Partisipasi pendidikan
- Indeks Pembangunan Manusia
- Kesetaraan gender
- Pertumbuhan ekonomi
- Produksi dan produktivitas pertanian
“Data dan angka capaian tidak pernah berdusta. Jika seluruh kepala OPD bekerja serius, maka setiap tahun akan terlihat peningkatan pembangunan yang signifikan,” tegasnya.
Momentum satu tahun “Pasaman Bangkit”, lanjut Welly, menjadi refleksi bahwa keberhasilan pembangunan sejati bukan diukur dari banyaknya seremoni, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.
Dengan duet kepemimpinan Welly Suhery – H. Parulian, Kabupaten Pasaman diarahkan menuju tata kelola pemerintahan yang lebih responsif, transparan, terukur, dan berpihak kepada rakyat.
(MMNEWS/Iwan)*






