Today

Buku “Mutiara Sumbar Madani”, Maaf, Terima Kasih Audy Joinaldy

Ir Bagindo Yohanes Wempi SPt, IPP, CST

Secara formal berakhirnya masa jabatan Kepala Daerah termasuk Audy Joinaldy Wakil Gubernur Sumatera Barat itu tanggal 20 Februari 2025 setelah pelantikan Kepala Daerah priode 2025 sampai 2030 oleh Presiden Prabowo Subianto.

Namun, Uda Wagub Sumatera Barat, Audy telah melakukan rapat staf dan pimpinan Pemprov Sumbar di Auditorium Gubernuran, Sabtu (1/2), menjadi momen perpisahan bagi Audy Joinaldy sebagai Wakil Gubernur Sumbar. Dipimpin Gubernur Mahyeldi dan Pj. Sekda Sumbar Yozarwardi, rapat ini dihadiri seluruh pimpinan OPD.

Dalam sambutan rapat tersebut, Audy menyampaikan terima kasih dan kebanggaannya telah berkontribusi membangun Sumbar sejak terpilih bersama Mahyeldi pada Pilkada 2020.

Dalam sambutan itu, Meskipun mengakhiri tugasnya sebagai Wakil Gubernur, Audy menegaskan bahwa komitmennya untuk membangun Sumatera Barat tidak akan pernah luntur.

“Kepemimpinan bukan hanya soal posisi dan jabatan, melainkan tentang kontribusi nyata bagi masyarakat. Saya akan tetap berkontribusi untuk Sumatera Barat, meskipun tidak lagi dalam pemerintahan,” tegasnya.

Secara pribadi Penulis selaku alumni lulusan peternakan dan kawan relawan-relawan milenial dan umum yang terlibat pemenangan Mahyeldi-Audy mengucapkan terima kasih juga kepada Audy Joinaldy yang telah melakukan pengabdian terbaik selama menjadi Wakilnya Buya Mahyeldi di ranah Minang ini.

Penulis secara pribadi kenal dengan Audy Joinaldy melalui mamak rumah (Mustafa Tanjung. SH) yang kebetulan tergabung dalam koperasi saudagar minang, Penulis difasililitasi bisa bertemu langsung dengan Audy.

Saat itu Penulis langsung calling Audy paska mamak rumah Penulis menjembatani bisa bertemu, akhirnya Kita bertemu dirumah Audy di A. Yani, waktu itu Uda Jun (Almarhum) masih hidup.

Pertemuan Penulis dengan Audy belum ada pengumuman berpasangannya Buya Mahyeldi-Audy maju jadi Calon Gubernur Sumatera Barat tahun 2019 tersebut.

Pertemuan Penulis dengan Dr. Ir. H. Audy Joinaldy, S.Pt., M.Sc., M.M., IPM., ASEAN.Eng., ini murni ikatan emosional sesama sarjana peternakan, murni pertemuan senior dengan junior alumni peternakan, tidak ada hubungannya dengan embel-embel lainnya.

Saat pertemuan tersebut Penulis juga membuat kesepahaman saling membantu sesama alumni peternakan, diantaranya Penulis dibantu bisa berkomunikasi dengan Ketua PPP dalam rangka bisa maju jadi calon Bupati Padang Pariaman.

Paska pertemuan itu, beberapa bulan setelah itu baru Penulis mendengar Buya Mahyeldi berpasangan dengan Audy Joinaldy sebagai kandidat calon Kepala Daerah diusung oleh PKS bersama dengan PPP.

Karena Penulis tidak maju jadi calon Bupati Padang Pariaman, salah satu Ustad pengurus PKS memintak Penulis terlibat dalam pemenangan Mahyeldi-Audy dibidang Litbang, serta dalam struktur tim sukses Mahyeldi-Audy berada dibidang relawan bersama Metek Zhulizul. SE.

Karena Penulis sudah lama kenal dari pada pengurus-pengurus PKS, kader PKS yang lain akhirnya Penulis ditugaskan khusus mendampingi Audy Joinaldy, tugasnya lebih banyak memberikan masukan dan memberi penguatan kampanye melalui almarhum Uda Jun.

Selama kampanye Mahyeldi-Audy banyak tulisan yang Penulis buat, banyak narasi-narasi yang Penulis sajikan kepada pembaca publik Sumatera Barat untuk bisa menang.

Saat kampanye Buya Mahyeldi-Audy yang jadi raja menulis opini Mahyeldi-Audy itu diantaranya Bang Miko Kamal, H. Boy Hadikurniawan dan berikutnya Penulis sendiri, sekian banyak tulisan itu akhirnya Penulis himpun dalam bentuk bunga rampai buku yang berjudul “Mutiara Sumbar Madani”.

Buku itu Penulis buat sebelum penetapan Kepala Daerah terpilih oleh DPRD Sumbar, buku ini dibiayai pencetakannya langsung oleh Audy Joinaldy, percetakan buku juga melalui kawan Audy didaerah Depok jika tidak salah.

Buku tersebut saat ini masih ada, secara pribadi buku itu kenangan tersendiri, sekaligus kenangan suram yang membuat hubungan Penulis dengan Audy tidak “bakalamaan”, buku itu tidak jadi louncing.

Seingat Penulis louncing buku “Mutiara Sumbar Madani itu akan dilakukan di Transmart, waktu itu panitia sudah ada, namun buku tersebut tidak jadi dilouncing dengan beberapa pertimbangan yang Penulis terpaksa sabar.

Namun saat ini buku Mutiara Sumbar Madani itu masih ada, secara dokumentasi itu menjadi catatan sejarah perjalan politik Penulis, dokumen sejarah hubungan politik dengan Kepala Daerah Sumbar priode 2020-2025 yang jika dikupas bisa mewujudkan ilmu pengetahuan politik tersendiri.

Buku Mutiara Sumbar Madani itu tidak jadi dilouncing, ini juga berefek Audy Joinaldy tidak bisa dua priode karena buku tersebut seperti sakral membuat dinamika politik terjadi.

Penutup tulisan ini, sekali lagi terima kasih Uda Wagub Audy Joinaldy telah bersama-sama Penulis mencapai kemenangan pada waktu itu, sekarang mari kita tutup buku Mutiara Sumbar Madani dengan elegan, sama-sama mengikhlaskan yang terjadi selama ini, kitia saling memaafkan secara politik, hubungan sesama sarjana peternakan tetap Kita jalin.