Today

3 Tahun Mahyeldi Memimpin Sumbar, IPM Naik, Kemiskinan Menurun

Oleh Labai Korok Piaman

Saat H. Mahyeldi dilantik kondisi Sumatera Barat dalam kondisi covid-19, dimana semua kehidupan menurut karena dampak penyakit yang menyebar keseluruh penduduk dunia.

Alhamdulillah setelah beliau dilantik bulan Februari 2021 jadi Gubernur Sumbar, langkah kongrit dan cepat membantu masyarakat dilakukan, akhirnya 3 tahun kepemimpinan Mahyeldi sudah mencapai hasil sangat baik.

Jadi tidak benar hoax yang beredar di tengah media sosial (Instagram, Facebook, TikTok, dan lainnya) melalui narasi lapangan yang ada yaitu Mahyeldi gagal.

Dalam tulisan ini Penulis sengaja memberikan data awal dari sumber resmi bank dunia, BPS membatah freming/hoax yang tersebar dan sengaja disebarkan oleh oknum tidak paham dan komporitor saingan Buya Mahyeldi di Pilkada 2024.

Keberhasilan H. Mahyeldi itu ditandai dengan data bahwa kemiskinan ekstrim menurut, lebih baik dari daerah lain di Sumatera.

Apa itu kemiskinan ekstrim menurun atau ada penurunan kemiskinan ekstrim berarti bahwa jumlah orang yang mengalami kondisi miskin ekstrem berkurang di Sumatera Barat dari tahun sebelumnya, dan ini sejak H. Mahyeldi Gubernur tahun satu, tahun dua dan sekarang tahun ketiga selalu menurun.

Kemiskinan ekstrem adalah kondisi di mana seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, sanitasi, dan kesehatan. Seseorang dikatakan miskin ekstrim jika pengeluarannya per hari berada di bawah US $ 1,9 PPP (Purchasing Power Parity) atau setara dengan Rp 10.739 per hari.

Mahyeldi berhasil menurunkan kemiskinan ekstrim itu menuju warga Sumbar sejahtera. Maka akhirnya indek pembangunan manusia (IPM) naik. Artinya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang naik menunjukkan bahwa pencapaian pembangunan manusia di suatu negara atau daerah semakin baik.

Data naiknya IPM merupakan indikator yang digunakan untuk melihat keberhasilan pembangunan manusia, seperti dalam hal pendapatan, kesehatan, dan pendidikan baik juga.

IPM diperkenalkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1990. IPM dapat digunakan untuk menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah atau negara.

Dengan ada dua data serta penjelasan diatas bisa dibuktikan bahwa Mahyeldi hanya 3 tahun kepemimpinan, dua keadaan ini terus membaik dan semakin baik diperiode kedua ketika Mahyeldi-Vasco terpilih.