Padang, mimbar-minangnews.com – Berkaca dari pengalaman yang sudah-sudah, bak kato pepatah urang tuo-tuo di minang dulu, kalau awak hormat ka urang, mako urang sayang ka awak, nah kita mulai dari sini.
Ini adalah catatan ringan dan goresan tinta dari seorang jurnalis olahraga dan juga pelaku olahraga. Tidak gampang untuk bisa bertepuk dada, kalau kita masih membutuhkan dan memerlukan pertolongan seseorang, apalagi kita telah memperlihatkan perlawanan dari awal kepada orang yang nantinya akan kita minta pertolongan, namun apa dikata, sombong menjadikan seseorang merasa angkuh dan mampu berjalan dengan sendiri, sambil membusungkan dada, tapi diujung perjalanan semua baru ingat, kalau berjalan dengan congkak dan tidak mengindahkan apa kata orang sebelumnya, akhirnya harus “mambana juo ka urang yang indak didanga kecek nyo dulu” tapi disinilah letak seorang pemimpin yang mana dengan senyum lepas tanpa dendam, tetap menerima keluhan seseorang, dan merangkul sambil berkata, pasti akan saya bantu.
Maaf, ulasan diatas adalah sebuah fenomena bahwasanya, jangan pernah egois dan tidak mau mendengar kata kata orang, dan akhirnya bak pituah urang minang, ” Sajauah-jauh tabang bangau nan suruik kakubangan juo” artinya sejauh manapun kita terbang melayang, kalau sudah waktunya pulang, pastilah kerumah orang tua juga, tak perlu penulis jelaskan maksudnya, karena semua pasti paham dengan kata-kata diatas.
Jadi, intinya kalau mau jadi seorang pemimpin atau ketua disebuah organisasi, maka haruslah dekat dulu dengan orang pemegang tampuk pimpinan di negeri tersebut, kalau sudah klop apapun nanti akan lancar jalanya dan itu bisa dilihat dari sebelum-sebelumnya.
Mari kita mulai bahas persoalan yang sesunguhnya, tingal menghitung waktu gelaran Pekan Olahraga Nasional( PON) Ke XXI tahun 2024 yang akan dilaksanakan di dua Provinsi yakni Aceh dan Sumut, dan mari kita doakan para patriot olahraga Sumbar mampu nantinya memberikan kado terbaik buat Ranah Minang nantinya.
Usai nantinya, gelaran PON, maka akan kembali dilaksanakn pemilihan Ketua Umum KONI Sumbar, untuk periode berikutnya. Seperti penulis katakan diatas tadi, hendaknya nanti yang akan menjadi calon Ketua Umum KONI Sumbar, kalau bisa adalah sosok yang dekat dengan Gubernur terpilih nantinya, siapapun Gubernur nanti, maka calon Ketum KONI Sumbar, haruslah orang terdekat Gubernur dan Wakil Gubernur, agar semua bisa berjalan seperti yang diinginkan para insan olahraga dan para ketua cabang olahraga di Sumbar.
Penulis tidak memfonis harus ini orangnya tidak, tapi mungkin pembaca dan insan olahraga telah mengetahui kalau sosok yang ada di foto diatas adalah mantan pengurus Koni Sumbar juga, dan beliau berkeinginan untuk mengabdi jadi calon Ketum KONI Sumbar, kedepan.
Yohanes Wempi, Wakil. Ketua Bendahara Umum KONI Sumbar, periode yang lalu, juga pernah menjadi Ketua Bidang Audit Internal di Koni Kabupaten Padang Pariaman tahun 2010-2015, dan kini berniat untuk menjadikan olahraga Sumbar, lebih baik kedepanya, dengan maju nantinya menjadi calon Ketua Umum Koni Sumbar Periode 2025 – 2029.
Semoga niat mulia ini, akan mendapat respon positif dari semua insan olahraga dan pelaku serta semua steak holder, yang berada di Sumatera Barat, “Salam Olahraga” Jaya. Jaya. Jaya. (Aca)








