Kehadiran Gubernur Sumbar di NTT menjadi suntikan semangat bagi atlet disabilitas intelektual yang berjuang mengharumkan nama daerah di ajang nasional.
KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR — MMNEWS — Dukungan dan perhatian terhadap atlet disabilitas menjadi pesan penting dalam kehadiran Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, pada ajang Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II Tahun 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (17/10/2026).
Kehadiran Mahyeldi bukan sekadar kunjungan seremonial. Ia datang untuk memberikan dukungan moral kepada para atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) asal Sumbar yang tengah berjuang menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membawa nama daerah di panggung nasional.
“Kita hadir untuk memberi semangat bagi para atlet kita yang tengah berjuang meraih prestasi untuk mengharumkan nama daerah,” ujar Mahyeldi.
Dalam kunjungan tersebut, Mahyeldi didampingi Ketua TP-PKK Sumbar, Ny. Harneli Mahyeldi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumbar, serta Kepala Badan Penghubung Provinsi Sumbar.
Mahyeldi menyaksikan langsung semangat para atlet dari berbagai provinsi yang berkompetisi dalam suasana penuh antusiasme. Ia juga mengapresiasi semangat sportivitas yang ditunjukkan para peserta selama mengikuti pertandingan.
Menurutnya, ajang olahraga seperti PESONAS tidak hanya menjadi ruang untuk mengejar prestasi, tetapi juga kesempatan bagi para atlet disabilitas intelektual untuk menunjukkan potensi, kemampuan, dan kepercayaan diri.
## Mahyeldi Turut Mengalungkan Medali kepada Pemenang
Selain memberikan motivasi kepada atlet Sumbar, Mahyeldi mendapat kehormatan dari panitia penyelenggara untuk mengalungkan medali kepada para pemenang salah satu cabang perlombaan.
“Alhamdulillah, kita melihat semua bertanding dengan penuh semangat. Tadi, kita juga sempat mengalungkan medali kepada para pemenang salah satu lomba,” ungkapnya.
Momen tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan PESONAS II, yang mempertemukan atlet disabilitas intelektual dari berbagai daerah di Indonesia dalam semangat persaudaraan, kesetaraan, dan prestasi.
## Diikuti Lebih dari 1.000 Atlet dari 22 Provinsi
PESONAS II NTT berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 dengan melibatkan lebih dari 1.000 atlet dari 22 provinsi di Indonesia.
Provinsi peserta meliputi Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Aceh, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Jambi.
Ketua Panitia PESONAS II NTT Tahun 2026, Reny Marlina, mengatakan bahwa penyelenggaraan ajang tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan atlet disabilitas intelektual Indonesia untuk berkompetisi di Special Olympics World Games (SOWG) 2027 di Santiago, Cile.
“Kegiatan ini menjadi ajang seleksi bagi atlet SOIna untuk mewakili Indonesia pada Olimpiade Disabilitas Intelektual tingkat dunia di Santiago, Chile, pada bulan Oktober tahun 2027 mendatang,” ujar Reny.
Sejumlah lokasi digunakan sebagai venue pertandingan, yakni GOR Flobamora Kupang, Stadion Oepoi Kupang, Grand Arena House of Pingpong, Jungle Arena Sport Center, dan Pitoby Sport Center.
Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi sepak bola, bulu tangkis, atletik, senam ritmik, bocce, tenis meja, dan renang. Menurut Reny, seluruh venue telah diverifikasi oleh tim Pengurus Pusat SOIna dan dinyatakan layak digunakan.
## Dari Kupang Menuju Panggung Dunia
PESONAS II NTT 2026 mengusung tema “Akulah Bintang Dunia: Dari Kupang ke Santiago”. Tema ini mencerminkan harapan agar para atlet disabilitas intelektual Indonesia memiliki kesempatan untuk berkembang, meraih prestasi, dan tampil di kompetisi internasional.
Bagi kontingen Sumatera Barat, dukungan langsung dari kepala daerah menjadi dorongan moral agar para atlet tetap percaya diri, menjunjung tinggi sportivitas, serta berjuang maksimal dalam setiap pertandingan.
Lebih dari sekadar perebutan medali, PESONAS menjadi pengingat bahwa setiap atlet memiliki potensi untuk bersinar. Dengan dukungan keluarga, pelatih, pemerintah, dan masyarakat, atlet disabilitas dapat memperoleh ruang yang lebih luas untuk menunjukkan kemampuan serta mengharumkan nama Indonesia.
MMNEWS — Mimbar Minang News
Sumber: Adpsb/Bud







