PASAMAN, MMNEWS – Suasana GOR Tuanku Rao, Kabupaten Pasaman, Rabu (7/10/2026), dipenuhi keceriaan dan gelak tawa anak-anak PAUD. Bukan karena pertandingan olahraga, melainkan kegiatan mendongeng yang menghadirkan langsung Bupati Pasaman, Welly Suhery, sebagai pendongeng di hadapan anak-anak usia dini se-Kabupaten Pasaman.
Didampingi Bunda Literasi Pasaman, Ny. Lusi Welly Suhery, Bupati Welly membawakan cerita berjudul “Raja Hutan yang Baik Hati”. Kisah tentang seekor singa yang menyelamatkan rusa dari ancaman ular itu berhasil menarik perhatian anak-anak yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.
Saat Bupati Welly menyampaikan cerita dan melontarkan sejumlah pertanyaan, anak-anak tampak bersemangat mengangkat tangan untuk menjawab. Suasana pun semakin meriah ketika mereka saling berebut kesempatan memberikan jawaban.
Interaksi tersebut membuat kegiatan mendongeng berlangsung hangat dan menyenangkan. Anak-anak tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat aktif dalam mengikuti alur cerita yang disampaikan.
Tanamkan Nilai Kebaikan dan Kepedulian
Melalui dongeng tersebut, anak-anak diperkenalkan pada nilai-nilai kebaikan, kepedulian, dan pentingnya saling melindungi. Sosok singa dalam cerita digambarkan sebagai hewan yang memiliki hati baik karena bersedia menolong rusa dari ancaman ular.
Pesan sederhana itu menjadi sarana pembelajaran karakter bagi anak-anak usia dini. Melalui cerita yang menarik dan mudah dipahami, nilai moral dapat diperkenalkan dengan cara yang menyenangkan, sekaligus mendorong keberanian anak untuk berinteraksi dan menyampaikan pendapat.
Kehadiran Bupati Pasaman di tengah anak-anak juga menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda. Suasana mendongeng menjadi ruang interaksi langsung antara kepala daerah dan generasi muda, sekaligus memperkuat upaya menumbuhkan minat literasi sejak dini.
Dirangkai dengan Mitigasi Bencana dan Outbound
Kegiatan mendongeng tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan stimulasi, mitigasi bencana, dan outbound bagi anak-anak PAUD se-Kabupaten Pasaman.
Rangkaian kegiatan ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar melalui pengalaman yang menyenangkan, membangun keberanian, serta mengenal pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana sejak usia dini.
Dengan pendekatan edukatif dan interaktif, kegiatan di GOR Tuanku Rao diharapkan dapat mendukung pengembangan karakter, menumbuhkan budaya literasi, serta mengenalkan pemahaman dasar tentang mitigasi bencana kepada anak-anak.
Keceriaan yang terpancar dari wajah anak-anak menjadi gambaran bahwa proses belajar dapat berlangsung efektif ketika dikemas melalui cerita, permainan, dan interaksi yang dekat dengan dunia mereka.
(wan)
MMNEWS — Inspiratif, Aktual, Terpercaya.








