Today

Maigus Nasir Apresiasi Pameran Kaligrafi Internasional, Perkuat Jembatan Budaya Islam dan Tionghoa

BUKITTINGGI, MMNEWS — Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menghadiri pameran kaligrafi internasional karya seniman Muslim Tionghoa dunia, Prof. Yusuf Liu Baojun, yang digelar di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Jumat (5/6/2026). Kehadiran Maigus menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan literasi, kebudayaan, dan nilai-nilai peradaban yang diusung dalam rangkaian International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 serta peringatan 100 Tahun Jam Gadang.

Dalam kunjungannya, Maigus Nasir tampak meninjau langsung puluhan karya kaligrafi yang dipamerkan. Dengan penuh perhatian, ia berdialog dengan Prof. Yusuf Liu Baojun mengenai filosofi, teknik, serta pesan spiritual yang terkandung dalam setiap goresan tinta.

Pameran tersebut menghadirkan karya-karya kaligrafi unik yang memadukan nilai-nilai Islam dengan sentuhan budaya Tionghoa. Setiap karya tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga merepresentasikan pesan perdamaian, persaudaraan, dan harmoni antarbangsa.

“Kaligrafi bukan sekadar seni menulis, tetapi juga media dakwah dan jembatan peradaban yang mampu menyatukan berbagai latar belakang budaya,” ujar Maigus Nasir di sela kunjungan.

Menurutnya, kehadiran seniman internasional seperti Prof. Yusuf Liu Baojun menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya dalam bingkai nilai-nilai keislaman yang universal.

Pada kesempatan tersebut, Maigus juga menerima sebuah buku karya Prof. Yusuf Liu Baojun berjudul Cina Muslim dan Hubungannya dengan Alam Melayu. Penyerahan buku itu menjadi simbol persahabatan budaya sekaligus penguatan hubungan intelektual antara dunia Melayu dan komunitas Muslim Tionghoa.

Prof. Yusuf Liu Baojun dikenal sebagai salah satu tokoh kaligrafi Islam terkemuka dari Tiongkok yang telah memamerkan karyanya di berbagai negara. Melalui seni kaligrafi, ia aktif memperkenalkan wajah Islam yang damai, inklusif, dan kaya akan nilai-nilai kebudayaan.

Pameran yang menjadi bagian dari IMLF ke-4 ini mendapat perhatian besar dari pengunjung dan pegiat literasi. Selain memperkaya wawasan seni, kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog antarbudaya yang memperkuat semangat toleransi dan persatuan.

Dengan mengusung semangat literasi dan kebudayaan, penyelenggaraan pameran kaligrafi internasional di Bukittinggi diharapkan mampu memperluas jejaring kerja sama budaya dunia sekaligus menegaskan posisi Sumatera Barat sebagai daerah yang terbuka terhadap pertukaran gagasan, seni, dan peradaban global.

(MMNEWS)