Today

Apakah Keputusan Pencabutan Dukungan PKS Dharmasraya Sudah Strategis?

MMNews, Dharmasraya – Sesuai dengan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat PKS Nomor 897/SKEP/DPP-PKS/2024 tentang Pencabutan Surat Keputusan Dewan Pengurus Pusat Nomor 645.03.02-2/SKEP/DPP-PKS/2024 tertanggal 12 September 2024, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mencabut dukungan terhadap pasangan Adi Gunawan dan Romi Siska Putra di pilkada Dharmasraya.

Banyak pertanyaan yang disampaikan kepada PKS Dharmasraya, namun karena bukan kapasitasnya, meski ungkapan kekecewaan terhadap PKS tak dapat dielakkan.

Warga Dharmasraya bergembira awalnya dengan diterimanya berkas pendaftaran AG -ROMI di KPU Dharmasraya pada tanggal 13 September 2024, bahwa Demokrasi di Dharmasraya akhirnya terlaksana dengan tidak terjadinya pilkada melawan kotak kosong, sebagian warga menyampaikan kekecewaannya terhadap PKS, dan menanyakan kebenarannya, namun dengan keluarnya surat keputusan tersebut maka sudah jelas dan sah mencabut dukungan terhadap Paslon AG -ROMI.

Dugaan demi dugaan bermunculan mengapa PKS mencabut dukungan kepada Paslon AG – ROMI, namun PKS Dharmasraya masih bungkam tidak memberikan keterangan.
Kemaren pengurus daerah PKS Sumatera Barat telah bersepakat menekan kontrak kerja sama politik dengan Nasdem untuk mengusung pasangan AG – ROMI di pilkada Dharmasraya bahkan jadwal untuk mengikuti tes Kesehatan pada 17 September 2024 nanti sudah ditetapkan namun karena hal ini, otomatis semua proses terhenti pada saat itu juga.

Pro dan kontra warga Dharmasraya terhadap PKS terutama PKS Dharmasraya, bahwasanya PKS di cap sebagai partai yang plin plan, namun bagi yang pro tetap mendukung langkah PKS Dharmasraya mendukung penuh AG – ROMI.

Partai pengusung lainnya yaitu partai Nasdem, juga sedang menunggu langkah selanjutnya apakah akan beralih dukungan terhadap Pasangan ASLI, atau diam ditempat.

DPP PKS untuk mencabut dukungan terhadap pasangan AG-ROMI menjadi polemik, banyak pihak yang tetap mengapresiasi perjuangan PKS Dharmasraya dan PKS Sumatera Barat dalam upaya mereka membangun koalisi dan menjaga proses demokrasi yang sehat.

PKS dinilai telah melakukan berbagai langkah strategis demi memastikan kepentingan masyarakat Dharmasraya terakomodasi dengan baik dalam pilkada kali ini.

Dukungan dari masyarakat yang memahami dinamika politik ini terus mengalir, mengakui bahwa PKS telah berjuang maksimal dalam membangun komunikasi politik yang kuat dengan partai-partai lain, termasuk Nasdem.

Keputusan yang diambil oleh PKS Dharmasraya tentu bukanlah hal yang mudah, namun ini menunjukkan komitmen partai untuk selalu mempertimbangkan yang terbaik bagi daerah.

PKS Sumatera Barat juga diakui selalu berupaya keras untuk menjaga kestabilan politik dan menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.

Langkah-langkah yang diambil oleh PKS, baik di Dharmasraya maupun di Sumatera Barat, menjadi bukti nyata bahwa partai ini tidak akan ragu untuk membuat keputusan tegas demi menjaga integritas proses demokrasi di daerah. (Nur)