BUKITTINGGI, MMNEWS — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memperkuat pemerataan pelayanan kesehatan mata dengan membangun jejaring rujukan, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, serta mendorong pemanfaatan teknologi kesehatan hingga ke rumah sakit daerah.
Langkah tersebut diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Pengampuan Pelayanan Mata antara Pemprov Sumbar dan Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, sekaligus Perjanjian Kerja Sama dengan 24 rumah sakit jejaring pengampuan layanan mata di Sumatera Barat.
Penandatanganan berlangsung di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi, Jumat (14/8/2026), dan dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah.
Mahyeldi mengatakan penguatan jejaring pengampuan menjadi langkah strategis agar masyarakat di berbagai daerah mendapatkan pelayanan kesehatan mata yang lebih mudah, cepat, berkualitas, dan merata.
Ia mengapresiasi Kementerian Kesehatan RI, khususnya Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung yang menjadi koordinator jejaring pengampuan pelayanan mata nasional sekaligus pengampu regional Sumatera Barat.
“Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, terdapat 5.634 kasus katarak pada tahun 2025. Ini menunjukkan bahwa upaya meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan mata masih sangat diperlukan,” ujar Mahyeldi.
Mahyeldi: Jangan Berhenti pada Penandatanganan
Gubernur menekankan kerja sama tersebut harus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pengampuan tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial ataupun berhenti pada pelatihan tenaga kesehatan.
“Kerja sama ini jangan berhenti pada penandatanganan dan pelatihan semata. Harus menjadi langkah nyata dan berkelanjutan dalam membangun sistem pelayanan kesehatan mata yang terintegrasi, bermutu, dan merata di seluruh Sumatera Barat,” tegas Mahyeldi.
Penguatan jejaring pelayanan juga dinilai penting dalam membangun sistem kesehatan daerah yang lebih tangguh, termasuk menghadapi kondisi kedaruratan dan proses pemulihan pascabencana.
Dokter dan Perawat Dilatih Operasi Katarak
Tak hanya penandatanganan kerja sama, rangkaian kegiatan turut diisi dengan pelatihan Wet Lab dan pendampingan operasi katarak menggunakan mesin fakoemulsifikasi bagi dokter spesialis mata serta perawat dari rumah sakit jejaring.
Pelatihan tersebut diharapkan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan sekaligus memperkuat kemampuan rumah sakit daerah dalam memberikan layanan operasi katarak yang aman dan efektif.
Direktur Utama Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, Dr. dr. Antonia Kartika Indriati, Sp.M(K), M.Kes., mengatakan gangguan penglihatan dan kebutaan masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius.
Berdasarkan survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) yang dipublikasikan pada 2021, prevalensi kebutaan di Indonesia mencapai sekitar tiga persen, dengan katarak menjadi salah satu penyebab utama.
“Karena itu, Kementerian Kesehatan mengembangkan Program Pengampuan Layanan Mata untuk meningkatkan kompetensi dokter dan perawat mata serta memperkuat standar pelayanan secara lebih merata,” jelas Antonia.
Lima Penyakit Mata Jadi Prioritas
Program pengampuan layanan mata mencakup lima penyakit atau gangguan mata prioritas, yakni katarak, retinopati diabetik, glaukoma, kelainan kornea, serta gangguan refraksi yang belum terkoreksi.
Penguatan pelayanan dilakukan melalui peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan, workshop, pelatihan praktik hingga pendampingan langsung dalam tindakan operasi.
Ketua Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA), drg. Busril, MPH., menilai pengampuan bersama Rumah Sakit Mata Cicendo menjadi peluang besar untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit di Sumatera Barat.
Ia berharap kolaborasi tersebut juga memperkuat pengembangan telekonsultasi, sehingga rumah sakit daerah dapat lebih cepat menentukan pasien yang bisa ditangani di daerah maupun kasus yang membutuhkan rujukan ke fasilitas kesehatan dengan kemampuan lebih lengkap.
Perluas Akses Masyarakat
Mahyeldi memastikan Pemprov Sumbar akan terus mendorong sinergi antara pemerintah, rumah sakit, tenaga kesehatan dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Penguatan jejaring layanan mata diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan rumah sakit, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui pelayanan yang lebih dekat, berkualitas dan merata.
Pemprov Sumbar juga berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya jangka panjang membangun sistem kesehatan daerah yang semakin kuat dan tangguh.
(Adpsb/rmz/bud/MMNEWS)







